Deli Serdang - Serdang Bedagai

Belasan Tahun Terbaring, Zuhari Jenguk Nek Noridah di Sialang Buah

422
×

Belasan Tahun Terbaring, Zuhari Jenguk Nek Noridah di Sialang Buah

Sebarkan artikel ini

Cerita Sedih, Kasih, dan Sepiring Nasi Sehari

TERITORIAL24.COM, SERDANG BEDAGAI — Di usia 80 tahun, tubuh Nek Noridah sudah menyerah pada tenaga. Jalan sudah tidak bisa, duduk pun susah, bahkan untuk makan saja kini cuma sanggup sekali sehari.

Itu pun sering ditolak tubuh renta yang tampak makin menyusut di atas kasur di ruang tamu rumahnya di Desa Sialang Buah, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai.

“Dulu masih bisa duduk di kursi roda,” cerita Irma Tambunan, anak bungsu Nek Noridah, Sabtu (11/10/2025).

“Tapi sekarang, untuk miring saja sudah susah. Nafsu makannya berkurang. Kadang sehari cuma sesuap.” Suaranya pelan, matanya berkaca-kaca.

Penyakit yang diderita sang ibu, kata Irma, sudah hampir sepuluh tahun. Pernah berobat ke sana-sini, dari klinik sampai rumah sakit, tapi tak juga pulih.

Tahun 2024, Nek Noridah masih bisa digerakkan kursi roda, tapi memasuki 2025, kondisinya menurun drastis.

Sabtu pagi itu, rumah sederhana Irma kedatangan tamu — Zuhari, Ketua SMSI Setgai.

Ia datang bukan untuk wawancara, tapi menjenguk. Membawa beberapa bingkisan sembako: beras 5 kilogram, minyak goreng, ikan kaleng, telur, dan mi instan. Sederhana, tapi cukup membuat wajah Irma berbinar.

“Kami sekeluarga sangat bahagia dan terharu,” ucap Irma. “Terima kasih sudah datang menjenguk ibu saya. Semoga Pak Zuhari diberi rezeki yang banyak dan umur yang panjang.”

Zuhari sendiri menyebut kunjungannya itu bukan sekadar memberi bantuan, tapi juga silaturahmi dan doa.

“Kami hanya ingin berbagi rezeki sedikit,” katanya. “Mudah-mudahan bisa meringankan beban Nek Noridah dan keluarganya.”

Ia menambahkan, kegiatan berbagi ini akan berlanjut tanggal 15 Oktober nanti — bukan hanya untuk janda miskin, tapi juga anak yatim dan bilal mayit.

“Kita syukuri ulang tahun media ini dengan berbagi,” katanya sambil tersenyum.

Di luar rumah, angin sore berhembus pelan. Sementara di dalam, Irma kembali menatap ibunya yang terbaring diam. Harapan sederhana saja: semoga Tuhan masih berkenan memberi sedikit kekuatan, agar Nek Noridah bisa kembali menatap dunia — meski hanya dari kursi roda yang kini terparkir di sudut ruangan.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *