Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, rute karnaval kali ini menempuh jalur sepanjang 800 meter, dimulai dari Aloon-Aloon Kota Blitar dan berakhir di Jalan Ahmad Yani, tepat di depan Kantor DPRD Kota Blitar.
Meski lebih singkat, rute ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih dekat dan meriah bagi para penonton.
Untuk menunjang kenyamanan dan kemeriahan acara, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar menyediakan tiga panggung VIP serta area khusus di garis start, agar masyarakat bisa menikmati pertunjukan dengan lebih leluasa.
Tak hanya menampilkan budaya lokal Blitar, BEN Carnival 2025 juga memberi ruang bagi kekayaan budaya dari daerah lain. Salah satunya adalah penampilan khas Madura, Tandhu Majang, yang dibawakan oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Blitar.
Tandhu Majang, simbol keanggunan dan semangat masyarakat pesisir, menjadi daya tarik tersendiri yang memperkaya warna etnik dalam gelaran ini.
Dengan kombinasi antara tradisi, kreativitas, dan semangat gotong royong, BEN Carnival 2025 membuktikan bahwa Blitar tak hanya menyimpan sejarah, tetapi juga menjadi pusat kebudayaan yang hidup dan terus berkembang.
Kota Blitar kembali menegaskan posisinya sebagai rumah bagi semangat nasionalisme dan keberagaman budaya. Sampai bertemu di BEN Carnival tahun depan!(ADV/kmf/didik).












