TERITORIAL24.COM, WASHINGTON-Seorang perwira kapal selam nuklir Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah AS yang dinilainya mendukung pelanggaran hak asasi manusia di Gaza,Rabu(31/7/2025).
Dalam sebuah pernyataan yang dilansir dari Middle East Eye, perwira tersebut menyampaikan rasa kecewa dan penyesalan mendalam terhadap sikap Washington dalam konflik yang telah berlangsung selama hampir dua tahun di wilayah Palestina tersebut.
“Saya tidak mendukung apa yang telah dipromosikan oleh pemerintah AS di Gaza selama 22 bulan terakhir.”
”Bagaimana kita dapat mengklaim menjunjung tinggi hak asasi manusia sementara kita justru memungkinkan terjadinya kejahatan perang?” ujarnya dalam pernyataan resmi pengunduran diri.
Keputusan perwira ini disebut sebagai langkah yang jarang terjadi, mengingat posisinya yang strategis di armada kapal selam nuklir AS.
Sumber yang sama menyebutkan, pengunduran diri tersebut mencerminkan kegelisahan yang semakin meluas di kalangan sejumlah personel militer AS terkait dukungan penuh Washington terhadap operasi militer Israel di Gaza.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pentagon belum memberikan tanggapan resmi terkait pengunduran diri tersebut.
Namun, analis menilai langkah ini dapat menambah tekanan terhadap pemerintah AS, yang terus menuai kritik karena dianggap membiarkan terjadinya eskalasi kekerasan di Gaza.
Konflik di Gaza hingga kini telah menelan puluhan ribu korban jiwa, mayoritas adalah warga sipil.
Sejumlah lembaga internasional, termasuk PBB, berulang kali mendesak agar kekerasan dihentikan dan akses bantuan kemanusiaan diperluas.
Pengunduran diri perwira kapal selam nuklir ini menjadi sorotan karena memperlihatkan adanya benturan moral yang dihadapi oleh sebagian personel militer AS terkait kebijakan luar negeri negara tersebut di Timur Tengah.***












