Asahan - Tanjungbalai

Berjiwa Pancasila: Upacara di Tanjungbalai Perpaduan Nasionalisme dan Kearifan Lokal

169
×

Berjiwa Pancasila: Upacara di Tanjungbalai Perpaduan Nasionalisme dan Kearifan Lokal

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila. Mengenakan pakaian adat Melayu, Mahyaruddin bersama Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina tampil kharismatik, memperkuat identitas lokal dalam balutan semangat kebangsaan.(Ist/Ilham)

TERITORIAL24.COM, Tanjungbalai -Alun-Alun Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah dipenuhi semangat merah putih pada Senin pagi (2/6/2025), saat Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila. Mengenakan pakaian adat Melayu, Mahyaruddin bersama Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina tampil kharismatik, memperkuat identitas lokal dalam balutan semangat kebangsaan.

Ribuan peserta dari berbagai kalangan — jajaran Forkopimda, ASN, TNI-Polri, OKP, hingga pelajar — mengikuti upacara dengan khidmat, mencerminkan penghormatan mendalam terhadap ideologi pemersatu bangsa.

Upacara diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh pasukan pengibar kebanggaan Kota Tanjungbalai, dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila dan Pembukaan UUD 1945. Momen ini tidak sekadar seremoni, melainkan ajang refleksi kolektif tentang pentingnya Pancasila dalam menghadapi dinamika zaman.

Dalam sambutannya, Wali Kota Mahyaruddin membacakan amanat Kepala BPIP, Prof. Yudian Wahyudi, yang menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar warisan sejarah, tetapi jiwa bangsa dan pedoman dalam kehidupan bernegara.

“Pancasila harus menjadi solusi atas tantangan globalisasi, radikalisme, dan maraknya disinformasi digital. Kita memerlukan nilai-nilai luhur ini untuk menjaga persatuan dan keutuhan bangsa,” tegas Mahyaruddin.

Ia juga menyerukan pentingnya membumikan Pancasila di seluruh lini kehidupan — mulai dari pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang digital. Pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berintegritas. Pemerataan ekonomi pun ditekankan sebagai landasan keadilan sosial, dengan pelaku UMKM sebagai tulang punggungnya.

Menanggapi masifnya aktivitas di ruang digital, Mahyaruddin mengajak masyarakat untuk menjunjung tinggi etika dan toleransi di media sosial.

“Media sosial bukanlah ruang bebas tanpa nilai. Setiap unggahan, komentar, dan narasi harus mencerminkan semangat Pancasila,” ujarnya dengan semangat.

Menutup sambutannya, Mahyaruddin mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum refleksi dan penguatan komitmen terhadap nilai-nilai luhur bangsa.

“Mari kita jadikan momen ini sebagai pengingat untuk tidak hanya menghafal lima sila, tetapi benar-benar mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Demi Indonesia yang maju, adil, dan bermartabat,” tutupnya penuh optimisme.(Ilham)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *