TERITORIAL24.COM – MEDAN – Lapangan Merdeka Medan mendadak penuh aura militer, Minggu (5/10/2025).
Dari pagi, ribuan warga sudah tumplek blek menyaksikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang digelar dengan tema “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju.”
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution, yang hadir bersama jajaran Forkopimda, tak lupa menyampaikan apresiasi. Menurutnya, TNI bukan cuma jago soal baris-berbaris dan pameran alutsista, tapi juga punya kontribusi nyata menjaga kondusivitas daerah. “TNI lahir dari rakyat, tumbuh bersama rakyat, dan sampai sekarang terus mengabdi untuk rakyat,” kata Bobby.
Ia menegaskan, di Sumut TNI telah ikut menopang program-program prioritas daerah, dari menjaga keamanan sampai membangun komunikasi yang harmonis dengan masyarakat.
“Dirgahayu ke-80 TNI. Jaya di darat, laut, dan udara. Bersama rakyat TNI kuat, bersama TNI rakyat semakin hebat,” ujarnya penuh semangat.
Sementara itu, Inspektur Upacara Brigjen TNI Deki Santoso Pattinaya membacakan amanat Panglima TNI yang berpesan agar prajurit tetap waspada pada isu-isu pemecah belah. Pesan lainnya: perkuat iman, jaga soliditas, hati-hati main medsos, dan jangan sampai terseret ke hal-hal yang melawan hukum.
Acara makin meriah ketika demonstrasi tiga matra (darat, laut, udara) digelar. Barisan tank, panser, Anoa, sampai kendaraan taktis Maung berderet gagah di sekitar Lapangan Merdeka. Ada juga pameran alutsista yang bikin anak-anak girang karena bisa foto bareng bahkan naik kendaraan militer.
Kejutan lain datang dari Satpol PP Sumut yang unjuk gigi dengan drumband, membentuk formasi angka 80—simbol ulang tahun TNI kali ini.
Puncaknya, karnaval kendaraan tempur bikin suasana makin riuh. Warga pun tak menyia-nyiakan momen langka ini untuk berswafoto seolah-olah ikut jadi “penumpang kehormatan” di atas kendaraan tempur.
HUT ke-80 TNI di Medan bukan cuma seremoni, tapi juga jadi ajang memperlihatkan kedekatan TNI dengan rakyat. Karena, seperti kata Panglima: lahir dari rakyat, bersama rakyat, dan untuk rakyat. (Akbar)












