Peristiwa

‎Bocah Gowa Pungut Sisa Makanan Peringatan HUT ke-80 RI, Kapolres Gowa Janji Beri Bantuan ‎

517
×

‎Bocah Gowa Pungut Sisa Makanan Peringatan HUT ke-80 RI, Kapolres Gowa Janji Beri Bantuan ‎

Sebarkan artikel ini
‎Momen pilu ini terekam tak lama setelah upacara di Lapangan Sultan Hasanuddin, Kabupaten Gowa(foto: Twitter @artiswtic)

‎TERITORIAL24.COM,‎GOWA – Sebuah video yang memperlihatkan dua bocah laki-laki memungut sisa makanan dari acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia menjadi viral di media sosial.

‎Momen pilu ini terekam tak lama setelah upacara di Lapangan Sultan Hasanuddin, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Minggu (17/8/2025). Video tersebut memicu simpati dan keprihatinan luas dari warganet.

‎Dalam rekaman yang beredar luas, terlihat dua bocah, yang belakangan diketahui bernama Syamsul (7) dan Muh Aidil (7), dengan wajah polosnya mengambil hidangan yang tersisa di meja dan kursi.

‎Dengan kantong kresek hitam di tangan, mereka membuka kotak kue yang ditinggalkan para tamu undangan dan bahkan memungut yang jatuh di bawah karpet.

‎Meskipun hanya mendapatkan sisa makanan, senyum tetap terlihat di wajah mereka.

‎Kakak Syamsul, Mila (18), mengaku terkejut saat video adiknya viral di media sosial. “Saya kaget pas lihat videonya ada di Facebook, Instagram. Ternyata viral sekali,” ujarnya lirih.

‎Mila menambahkan, adiknya berjalan kaki ke lapangan dan membawa pulang kue yang dikumpulkan untuk keluarganya di rumah.

‎Respons Cepat Kapolres Gowa

‎Viralnya video ini mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian setempat.

‎Warganet ramai-ramai menandai akun media sosial Kapolres Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, meminta pihak berwenang untuk turun tangan.

‎Tak berselang lama, Kapolres Gowa merespons dengan cepat. Ia menuliskan janji untuk menemui kedua bocah tersebut dan keluarganya.

‎“InsyaAllah akan abang undang ke ruang kerja di Polres Gowa,” tulisnya singkat namun penuh makna, menunjukkan komitmennya untuk membantu.

‎Kejadian ini tidak hanya menjadi sorotan karena aksi pilu kedua bocah tersebut, tetapi juga memicu kritik terhadap isu pemborosan makanan yang sering terjadi dalam acara-acara besar.

‎Banyak warganet yang mengkritik kontras antara kemegahan perayaan dan kondisi sebagian masyarakat yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.

‎Kisah dua bocah ini menjadi pengingat yang kuat tentang realitas sosial di tengah kemegahan perayaan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *