Binjai - Langkat

Bupati Langkat dan Wakil Bupati Berikan Santunan kepada Santri di Rumah Dinas

317
×

Bupati Langkat dan Wakil Bupati Berikan Santunan kepada Santri di Rumah Dinas

Sebarkan artikel ini
Bupati Langkat dan Wakil Bupati Berikan Santunan kepada Santri di Rumah Dinas. (ist/diskominfo langkat)

TERITORIAL24.COM, Langkat-Bupati Langkat, H. Syah Afandin, SH, bersama Wakil Bupati Langkat, Tiorita Br. Surbakti, memberikan santunan kepada para santri yang melaksanakan Salat Tarawih dan Tadarus di rumah dinas masing-masing pada Sabtu (22/3/2025).

Kegiatan ini merupakan tradisi tahunan yang telah berlangsung sejak kepemimpinan almarhum H. Syamsul Arifin, abang kandung Bupati Syah Afandin.

Sebanyak 80 santri dari Pondok Pesantren Ulumul Quran mengikuti kegiatan ini selama 21 hari. Dari jumlah tersebut, 50 santri melaksanakan ibadah di rumah dinas Bupati Langkat, sementara 30 santri lainnya berada di rumah dinas Wakil Bupati Langkat.

Kehadiran mereka tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya spiritual dalam mendoakan keberkahan bagi Kabupaten Langkat.

Acara ini turut dihadiri oleh Kadis Kominfo Langkat, Wahyudiharto, S.STP, M.Si.; Kabag Umum Setda Langkat, H. Mahardhika Sastra Nasution, S.STP, M.AP.; pimpinan Pondok Pesantren Ulumul Quran; serta ustaz dan ustazah pendamping.

Pimpinan Pondok Pesantren Ulumul Quran, H. M. Iqbal, S.Sos., menyampaikan rasa terima kasih atas undangan yang diberikan setiap tahun kepada para santrinya.

“Semoga apa yang dilakukan Bapak Bupati menjadi ladang ibadah dan selalu mendapat keberkahan dalam menjalankan tugas,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Bupati Langkat, H. Syah Afandin, menegaskan bahwa rumah dinas adalah milik rakyat dan menjadi tempat berbagi keberkahan di bulan suci.

“Apa yang dilakukan para santri selama 21 hari ini adalah ibadah yang luar biasa, mendoakan Langkat agar senantiasa diberkahi dan dijauhkan dari bencana,” tuturnya.

Bupati juga berpesan kepada para santri agar ilmu yang diperoleh di pesantren dapat dikembangkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Ilmu adalah awal dari segalanya, tetapi kunci sebenarnya adalah akhlak. Mari kita jaga akhlak dalam setiap langkah kehidupan,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *