Deli Serdang - Serdang Bedagai

Citra Land Bangun Rumah Mewah di Tanah HGU PT PN 2, Alamak! Jalan Menuju Bandara Kualanamu Berdebu

273
×

Citra Land Bangun Rumah Mewah di Tanah HGU PT PN 2, Alamak! Jalan Menuju Bandara Kualanamu Berdebu

Sebarkan artikel ini
Kondisi jalanan berdebu, serta truk yang berhenti usai membongkar tanah timbun di lokasi perumahan Citra Land Tanjung Morawa. (foto: istimewa)

TERITORIAL24.COM, Tanjung Morawa – Pembangunan perumahan mewah Citra Land di Desa Sena, Tanjung Morawa, yang berdiri di atas lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT Perkebunan Nusantara (PN) 2, menyebabkan jalan menuju Bandara Kualanamu dipenuhi debu.

Kondisi ini dikeluhkan oleh pengguna jalan yang setiap hari melintas di kawasan tersebut.

Debu beterbangan akibat hilir mudiknya truk pengangkut material tanah timbun yang masuk ke lokasi proyek. Pembangunan perumahan ini sendiri sudah hampir rampung, namun aktivitas kendaraan berat yang keluar-masuk area konstruksi masih terus berlangsung.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejak pagi hingga malam, truk-truk tersebut terus berdatangan membawa material tanah timbun.

Setelah membongkar muatan, kendaraan keluar dari lokasi, meninggalkan sisa tanah yang berserakan di jalan. Hal ini menyebabkan debu berterbangan setiap kali kendaraan lain melintas.

“Sudah beberapa bulan ini saya terpaksa makan abu kalau melewati jalan ini,” kata Nur, seorang pengendara sepeda motor kepada wartawan.

Wanita yang tinggal di Batang Kuis ini mengaku setiap hari melintas di lokasi karena pekerjaannya sebagai pedagang asongan di Tanjung Morawa.

Nur mengeluhkan bahwa debu yang beterbangan membuat perjalanan menjadi tidak nyaman. Selain itu, kondisi ini juga berisiko bagi kesehatan, terutama bagi pengguna jalan yang sering melintas di jalur tersebut.

Keluhan serupa disampaikan oleh Sudar, warga sekitar yang kerap melintasi jalan tersebut. Menurutnya, saat musim kemarau, debu beterbangan seperti kabut setiap kali kendaraan melintas. Sebaliknya, saat musim hujan, jalan berubah menjadi berlumpur dan licin, sehingga membahayakan pengendara.

“Kami heran, kok tidak ada tindakan dari pihak terkait. Begitu juga dengan pengembang, mereka sepertinya tidak peduli dengan kondisi ini,” ujar Sudar.

Hingga kini, belum ada upaya nyata dari pengembang maupun pihak terkait untuk mengatasi dampak lingkungan akibat pembangunan perumahan ini. Warga berharap ada tindakan segera, seperti penyiraman jalan secara rutin atau pembersihan sisa tanah timbun, agar debu tidak terus mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *