Ia mengakui pembinaan bola voli sempat mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, menurutnya kondisi tersebut mulai dibenahi melalui berbagai program pembinaan dan pencarian bakat.
“Saya akui selama ini pembinaan sempat kurang bergairah. Sekarang PBVSI mulai bergerak kembali. Insya Allah kondisi yang seperti mati suri akan bangkit lagi,” katanya.
Edy menegaskan, kebangkitan bola voli tidak hanya bergantung pada Kota Medan, tetapi juga harus dimulai dengan membangun minat masyarakat terhadap olahraga tersebut di seluruh daerah.
“Nanti akan dilakukan talent scouting untuk mencari pemain-pemain berbakat. Mereka yang memiliki potensi akan dibina menjadi satu tim yang kuat,” ucapnya.
Ia pun mengajak generasi muda Sumatera Utara untuk menyalurkan semangat juang melalui olahraga.
“Bertempur di masa damai itu melalui olahraga. Salah satunya adalah bola voli,” tegas Edy.
Diikuti 17 Tim
Sementara itu, Ketua Paguyuban Mantan Pemain Voli Sumatera Utara, Iriatmo, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Turnamen Dandenpom I/5 Cup 2026.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah positif bagi generasi muda sekaligus bagian dari pembinaan atlet sejak dini melalui kolaborasi antara Paguyuban Mantan Pemain Voli Sumut dan Denpom I/5.
“Melalui kolaborasi ini kami menggelar open turnamen yang diikuti 17 tim, terdiri dari 15 tim putra dan lima tim putri. Kami berharap kegiatan ini mampu melahirkan atlet-atlet voli berprestasi sekaligus mengarahkan generasi muda pada kegiatan positif,” ujarnya.
Ia menambahkan, olahraga menjadi salah satu cara efektif untuk menjauhkan generasi muda dari berbagai pengaruh negatif, seperti penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja, sehingga pembinaan olahraga perlu terus mendapat dukungan dari berbagai pihak.(Akbar)












