Gaya Hidup

Dari Singapura ke Nusantara, Azpirasi Bawa Tari Melayu ke Panggung Lebih Luas

364
×

Dari Singapura ke Nusantara, Azpirasi Bawa Tari Melayu ke Panggung Lebih Luas

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, SINGAPURA – Kelompok tari Melayu Azpirasi dari Singapura kembali menunjukkan kiprahnya dalam dunia tari kawasan.

Didirikan pada 2000, kelompok ini sejak awal berfokus mempertahankan tari tradisi Melayu sambil membuka ruang bagi eksplorasi kreatif baru.

Azpirasi tercatat menjadi peserta tetap Muara Festival sejak pertama kali tampil pada 2010. Festival tahunan besutan Era Dance Theatre itu dikenal sebagai panggung utama yang menampilkan kekayaan dan perkembangan tari Melayu, sekaligus ruang pertukaran budaya dan dialog antargenerasi.

Selama mengikuti Muara, Azpirasi menghadirkan sejumlah karya yang kemudian menjadi repertoar penting mereka, seperti Zapin Kais, Tari Orang-Orang, dan Tari Mari Ke Ladang yang seluruhnya dikoreografi Azmi Juhari.

Mereka juga menampilkan Sekilas Harapan, karya kolaborasi dengan peraih Cultural Medallion, Osman Abdul Hamid.

Selain itu, Azpirasi menampilkan garapan Kreasi dan Taridra dari para koreografer tetapnya—Norhaizad Adam, Ismail Jemaah, Hasyimah Harith, Md Al-Hafiz Hosni, Izznur Haikal M.J., dan Umar Mazrin.

Karya-karya mereka menegaskan keragaman pendekatan artistik kelompok tersebut, mulai dari garapan yang terinspirasi peribahasa dan film klasik Melayu, hingga karya kontemporer yang merangkai tradisi dengan kosakata gerak baru.

Tahun ini, Azpirasi juga mewakili Singapura di dua ajang regional, yakni Gelar Melayu Serumpun di Medan dan Kenduri Warisan Budaya Takbenda di Batam.

Mereka membawakan Zapin Kais, karya yang terinspirasi gerak tegas dan ritmis ayam jantan. Keikutsertaan itu mempertegas komitmen Azpirasi dalam memperkaya lanskap seni Nusantara sekaligus memperkenalkan identitas tari Melayu Singapura di panggung budaya yang lebih luas.(Romero Norliza)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *