Asahan - Tanjungbalai

Diresmikan Bupati, Replika Ghumah Bosa Tuan Syech Silau Jadi Icon Cagar Budaya Asahan

420
×

Diresmikan Bupati, Replika Ghumah Bosa Tuan Syech Silau Jadi Icon Cagar Budaya Asahan

Sebarkan artikel ini
. Keterangan Foto : Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar S.Sos MSi bersama Ustadz Abdul Somad melakukan gunting pita peresmian Replika Rumah Besar atau Ghumah Bosa Tuan Syech Silau di Desa Silau Lama, Kecamatan Silau Laut, Sabtu (05/04/2025).(gan).

TERITORIAL24.COM, Asahan-Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar S.Sos, MSi meresmikan Replika Ghumah Bosa atau Rumah Besar Syech Abdurrahman Urrahim Bin Nakhoda Alang Batubara atau lebih dikenal dengan sebutan Tuan Syech Silau di Desa Silo Lama, Kecamatan Silau Laut, Sabtu (05/04/2025).

Replika Rumah Besar salah satu tokoh peradaban Islam itu akan menjadi salah satu icon Cagar Budaya Asahan.

“Kita telah mengusulkan ke Pemerintah Pusat untuk mengesahkan bangunan – bangunan bersejarah di Asahan. Dengan disahkannya bangunan – bangunan bersejarah itu oleh Pemerintah Pusat, secara otomatis kekayaan budaya warisan nenek moyang yang kita miliki terdata keberadaannya dan dapat terjaga dan dilestarikan,” ujar Taufik Zainal Abidin Siregar S.Sos, MSi dalam salah satu sambutannya di acara peresmian yang dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Asahan beserta OPD dan Ustadz Abdul Somad yang merupakan salah seorang keluarga atau cucu Tuan Syech Silau beserta ahli waris dan keluarga besar Tuan Syech Silau.

Taufik mengatakan, Replika Rumah Besar Tuan Syech Silau itu diharapkan dapat menjadi pengingat bagi generasi muda tentang sejarah Syech Abdurrahman Urrahim bin Nakhoda Alang Batubara atau yang lebih dikenal dengan nama Tuan Syech Silau. Karena Tuan Syech Silau salah satu tokoh penting dalam peradapan agama Islam di Asahan.

Menurutnya, peresmian Rumah Besar Tian Syech Silau itu merupakan salah satu bukti nyata yang dilakukan Pemkab Asahan dalam upaya melestarikan bangunan bersejarah di Asahan.

Bahkan langkah pelestarian bangunan sejarah itu hingga kini masih terus dilakukan dengan Pemkab Asahan dengan melakukan pendataan.

Pendataan itu dalam rangka menjaga warisan budaya di Asahan agar tidak hilang dimakan waktu serta dapat menjadi kenangan bagi genarasi muda.

Taufik berharap dengan diresmikannya bangunan bersejarah itu, akan tumbuh ditengah – tengah masyarakat terutama masyarakat Asahan untuk lebih mencintai budaya yang ada sampai kepada anak cucu.

Sehingga pelestarian budaya di Asahan tetap menjadi sebuah kebanggan. Karena Replika Rumah Besar itu tidak hanya akan menjadi icon cagar budaya Desa Silau Laut, juga akan menjadi icon cagar budaya Asahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *