TERITORIAL24.COM, DOLOK SANGGUL – Upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar terus dilakukan oleh Universitas Quality Berastagi.
Lewat kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), para dosen dan mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan turun langsung ke UPT SD Negeri 016 Purba Dolok, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, untuk melakukan pelatihan literasi digital bagi para guru.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Dosen PGSD, Risma Hartati, S.E., M.Pd., selaku ketua tim pengabdian, mengatakan bahwa pelatihan ini dilatarbelakangi masih rendahnya kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi, terutama pascapandemi.
“Kami melihat semangat guru-guru di sini luar biasa, tetapi mereka butuh pendampingan agar lebih percaya diri dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses belajar mengajar,” ujar Risma dengan penuh haru, Sabtu 26 Juli 2025.
Selama kegiatan yang berlangsung pada 19 Mei 2025 ini, tim pengabdian memberikan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan dalam penggunaan berbagai media pembelajaran digital.
Para guru diajak berdiskusi dan langsung mempraktikkan penggunaan teknologi dalam kelas, mulai dari penggunaan aplikasi sederhana hingga strategi mengelola kelas berbasis digital.
Kepala UPT SDN 016 Purba Dolok, Merniati Silaban, A.Pd.SD, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan tersebut membuka wawasan baru bagi para guru, terutama dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era digital.
“Kami merasa tidak sendiri. Kehadiran para dosen dan mahasiswa menjadi angin segar bagi kami yang selama ini mengalami keterbatasan fasilitas dan pelatihan,” ungkapnya.
Tak hanya guru, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa PGSD Universitas Quality Berastagi sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual di lapangan. Mereka terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan serta dokumentasi proses pelatihan.
Evaluasi yang dilakukan pascapelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman guru terhadap pentingnya literasi digital, dengan skor tertinggi pada aspek keinginan menerapkan pelatihan dalam pembelajaran.












