TERITORIAL24.COM, MEDAN — Sekretaris Komisi I DPRD Kota Medan, Syaiful Ramadhan, menyambut positif program “tebus ijazah” yang digagas Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas.
Ia berharap kebijakan tersebut tak hanya bersifat temporer, melainkan menjadi program unggulan yang berkelanjutan untuk meringankan beban masyarakat.
“Kami mengapresiasi langkah ini sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kepada warga kurang mampu, terutama dalam bidang pendidikan,” kata Syaiful kepada wartawan, Minggu, 22 Juni 2025.
Program tebus ijazah ditujukan bagi siswa yang ijazahnya masih tertahan di sekolah karena belum melunasi biaya administrasi.
Menurut Syaiful, persoalan ini masih menjadi kendala umum di berbagai wilayah Kota Medan, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai kebijakan tersebut akan membuka peluang bagi para lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi atau masuk ke dunia kerja.
“Ijazah adalah hak siswa. Tanpa itu, banyak yang akhirnya terhambat masa depannya,” ujarnya.
Syaiful juga mengingatkan bahwa implementasi program ini akan lebih mudah dilakukan untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama, karena kewenangan sekolah berada di bawah pemerintah kota.
Namun untuk tingkat SMA dan SMK yang menjadi kewenangan provinsi, perlu ada koordinasi lintas institusi.
“Harus ada tindak lanjut, terutama bagi lulusan SMA dan SMK. Perlu koordinasi lebih intensif dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara,” katanya.
Program tebus ijazah sebelumnya pernah menjadi bagian dari visi-misi pasangan calon Wali Kota Medan Hidayatullah-Yasyir Ridho (HiRo) dalam Pilkada 2020.
Kini, Syaiful berharap program itu benar-benar terealisasi secara luas, tidak berhenti pada wacana atau pilot project semata.
“Kalau digarap serius, ini bisa menjadi salah satu program unggulan Pemko Medan dalam bidang pendidikan dan pelayanan sosial,” ujarnya.
Ia menambahkan, program ini juga memiliki dampak psikologis yang besar bagi siswa dan orang tua.












