Oleh karena itu, solusi partisipatif diperlukan agar masyarakat dilibatkan aktif dalam pengelolaan sampah.
Mulai dari pemilahan di rumah tangga, pengumpulan, hingga pengolahan dan daur ulang di titik akhir.
“Bank sampah ini tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan.”
”Tapi juga membuka peluang kerja baru dan menciptakan sumber penghasilan tambahan bagi warga,” tegas Anda Yaseer.
Monumen Tino Sidin: Warisan Tokoh Lokal untuk Pendidikan dan Budaya
Dalam bidang pendidikan dan penguatan karakter, fraksi juga mengusulkan pembangunan Monumen Bapak Tino Sidin, tokoh seni rupa nasional kelahiran Tebing Tinggi.
Menurut fraksi, keberadaan monumen ini akan menjadi ikon kebanggaan kota dan sumber inspirasi bagi generasi muda.
“Nilai-nilai dan filosofi hidup Tino Sidin sangat relevan dengan penguatan karakter pelajar dan semangat berkarya.”
”Monumen ini bisa menjadi sarana edukasi sekaligus simbol kebudayaan lokal yang membanggakan,” tambah Anda Yaseer.
Pandangan Fraksi Gabungan PKS–PPP mencerminkan perhatian terhadap transparansi, partisipasi publik, dan pelestarian nilai lokal.
Isu beasiswa, pengelolaan sampah, dan penghargaan terhadap tokoh seperti Tino Sidin menunjukkan arah pembangunan yang inklusif.
RPJMD 2025–2030 tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi diwujudkan dalam program yang nyata, adil, dan berpihak pada rakyat.***












