TERITORIAL24.COM, SAMOSIR – Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menghadiri Festival Edukasi Leluhur Batak di kawasan Siogung-ogung, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Minggu sore, 6 Juli 2025.
Festival budaya Batak Toba yang digagas oleh Komunitas Rumah Hela ini menampilkan berbagai pertunjukan adat dan menjadi bagian dari upaya mengangkat warisan leluhur di kawasan Danau Toba.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom dan Anggota DPR RI Hinca Panjaitan.
Ketiganya menyaksikan langsung ritual adat dan pertunjukan Turi-turian atau Torsa—cerita lisan turun-temurun yang selama ini menjadi bagian penting dari sistem pengetahuan masyarakat Batak.
Gubernur Bobby Nasution menyambut positif pelaksanaan festival yang digelar pada 1–10 Juli 2025 itu.
Ia menilai, wisata berbasis budaya dan edukasi dapat menjadi salah satu kekuatan utama Danau Toba sebagai destinasi unggulan nasional.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk mengenalkan nilai-nilai luhur Batak kepada generasi muda,” ujarnya usai menyaksikan pertunjukan budaya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga berbincang dengan Bupati Samosir dan Hinca Panjaitan mengenai pengelolaan kawasan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata strategis nasional.
Salah satu isu yang disoroti adalah perlunya posko pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mengingat wilayah perbukitan di sekitar danau rawan terbakar saat musim kemarau.
Isu kebersihan kawasan Pusuk Buhit juga menjadi perhatian. Gubernur mendukung usulan pembentukan posko pengawasan sampah, di mana setiap pengunjung melaporkan barang bawaan berupa makanan dan minuman, serta membawa kembali kemasannya saat keluar dari lokasi.
Rencana pelaksanaan lomba lari internasional Ultra Trail du Mont-Blanc (UTMB) yang akan melibatkan rute pendakian di kawasan Danau Toba juga menjadi bagian dari diskusi.
Penyesuaian jalur dengan kontur geografis yang khas Danau Toba dinilai akan memperkuat daya tarik kegiatan olahraga berbasis alam tersebut.












