Ia menekankan, PKS konsisten menyuarakan kepentingan petani di parlemen maupun melalui program kerja partai di daerah.
”PKS hadir untuk memperjuangkan keadilan bagi petani. Kami mendorong adanya jaminan harga hasil panen yang stabil, ketersediaan pupuk yang mudah diakses, serta peningkatan infrastruktur pertanian.”
” PKS juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sektor pertanian yang lebih kuat,” jelasnya.
Pentingnya Regenerasi Petani
Selain persoalan kesejahteraan, Ardiansyah menyoroti minimnya minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian.
Padahal, menurutnya, pertanian bisa berkembang pesat jika digarap dengan pendekatan modern berbasis teknologi.
”Generasi muda jangan malu jadi petani. Dengan teknologi, pertanian bisa lebih modern dan menguntungkan.”
” Kita bisa mengembangkan pertanian cerdas berbasis digital, menggunakan alat modern, hingga mengelola pemasaran melalui platform online.”
” Jika ini digarap serius, pertanian akan menjadi sektor yang menjanjikan bagi masa depan bangsa,”ujarnya.
Menghargai Jerih Payah Petani
Dalam kesempatan tersebut, Ardiansyah juga mengajak masyarakat luas untuk lebih menghargai hasil kerja keras petani dengan cara mendukung produk lokal.
Baginya, membeli hasil pertanian dalam negeri adalah bentuk nyata dukungan terhadap kesejahteraan petani.
”Mari kita dukung produk pertanian lokal. Dengan begitu, kita tidak hanya membantu petani tetapi juga memperkuat kedaulatan pangan Indonesia,” tambahnya.
Makna Hari Tani Nasional
Hari Tani Nasional diperingati sejak 24 September 1960, bertepatan dengan lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA).
UUPA menjadi simbol perjuangan kaum tani dalam memperoleh hak atas tanah dan keadilan agraria.
Hingga kini, Hari Tani Nasional selalu menjadi momen reflektif tentang bagaimana negara hadir untuk melindungi dan menyejahterakan petani.
Ardiansyah menegaskan, semangat UUPA harus terus dijaga agar reforma agraria benar-benar dirasakan manfaatnya oleh petani di seluruh Indonesia.












