Dalam kesempatan itu, Kepala Direktorat Inklusi Keuangan OJK, Roni Ukurta Barus, menjelaskan bahwa penilaian IKAD disusun secara berkala melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI), dan Kementerian Dalam Negeri.
Roni memaparkan, sejumlah indikator yang mendukung predikat Unggul bagi Kota Tebing Tinggi antara lain tingginya tingkat kepemilikan tabungan, pinjaman individu, polis asuransi, persebaran mesin ATM, agen Laku Pandai, merchant QRIS, hingga rasio Dana Pihak Ketiga (DPK) terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Meski demikian, ia menyebut masih terdapat sejumlah indikator yang perlu diperkuat, terutama terkait jumlah debitur serta nominal akumulasi pinjaman bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Ke depan, ada catatan yang perlu ditingkatkan, khususnya pada indikator jumlah debitur dan nominal akumulasi pinjaman untuk sektor UMKM,” jelas Roni.
Sementara itu, Direktur Ekonomi Syariah dan BUMN Kementerian PPN/Bappenas, Rosy Wediawaty, menekankan bahwa perluasan akses keuangan merupakan langkah awal, bukan tujuan akhir.
Tantangan berikutnya adalah memastikan masyarakat mampu memanfaatkan layanan keuangan secara aman, produktif, dan berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan.
Menurutnya, IKAD dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam mengukur perkembangan akses keuangan di daerah, sementara Survei Akses Keuangan Daerah (SASKAD) dapat memberikan bukti dan gambaran kondisi di lapangan sebagai dasar penyusunan kebijakan.
“Dengan menjadikan IKAD sebagai instrumen pengukuran dan SASKAD sebagai sumber evidence lapangan, pemerintah daerah diharapkan mampu merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran guna mempercepat pencapaian target inklusi dan kesejahteraan keuangan masyarakat secara berkelanjutan,” jelas Rosy.
Audiensi kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif, penyerahan plakat, dan foto bersama.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi Erwin Suheri Damanik, jajaran kepala OPD di lingkungan Pemko Tebing Tinggi, perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, serta tim teknis dari PT Rise Indonesia.***












