TERITORIAL24.COM,Gaza-Militer Israel pada Ahad (14/4) mengakui telah melancarkan serangan udara terhadap Rumah Sakit Al-Ahli Baptist, salah satu fasilitas medis tertua dan rumah sakit Kristen terbesar di Kota Gaza.
Serangan yang dilakukan pada dini hari ini menyebabkan kerusakan parah dan membuat rumah sakit sepenuhnya tidak dapat beroperasi.
Dalam pernyataannya, militer Israel mengklaim bahwa Rumah Sakit Al-Ahli digunakan oleh kelompok Hamas sebagai pusat komando dan kendali militer.
Klaim ini segera mendapat bantahan dari berbagai pihak yang menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional.
Reporter Anadolu di lokasi melaporkan bahwa dua rudal menghantam bagian resepsi utama rumah sakit, menghancurkan bangunan secara total.
Kebakaran besar terjadi di berbagai bagian rumah sakit, termasuk ruang gawat darurat, laboratorium, dan apotek.
Sumber medis mengonfirmasi bahwa fasilitas ini kini tak mampu lagi melayani pasien, termasuk korban luka dari serangan Israel yang terus berlangsung di seluruh Jalur Gaza.
Saksi mata menyatakan bahwa sebelum serangan dilancarkan, militer Israel telah mengeluarkan ancaman akan membombardir rumah sakit.
Ancaman itu membuat puluhan pasien luka, termasuk anak-anak, serta tenaga medis, terpaksa mengungsi ke jalan-jalan sekitar rumah sakit meskipun suhu saat itu sangat dingin.
Dalam proses evakuasi darurat ini, seorang anak perempuan yang terluka dilaporkan meninggal dunia akibat tidak mendapat penanganan medis yang memadai.
Menurut laporan Gaza Media, kondisi di sekitar rumah sakit sangat mencekam. “Kami melihat api menyala di seluruh sisi rumah sakit.”
“Para tenaga medis berlarian sambil membawa pasien yang tak bisa berjalan. Itu adalah pemandangan yang memilukan,” tulis media tersebut dalam laporannya.
Rumah Sakit Al-Ahli sebelumnya melayani lebih dari satu juta penduduk di Gaza dan sekitarnya.
Serangan ini menandai kehancuran total salah satu pilar terakhir layanan kesehatan di wilayah tersebut, yang telah mengalami keruntuhan sistemik sejak dimulainya agresi militer Israel pada 7 Oktober 2023.












