TERITORIAL24.COM, MEDAN – Warga Jalan Pintu Air IV, Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan, mengeluhkan kondisi jalan berlubang yang semakin parah dan membahayakan pengendara.
Kondisi ini telah menyebabkan sejumlah kecelakaan, bahkan korban jiwa, terutama saat hujan ketika lubang jalan tergenang air.
Menurut warga, lubang-lubang yang cukup dalam membuat pengendara harus ekstra hati-hati, sehingga memperlambat arus lalu lintas dan menyebabkan kemacetan, khususnya pada jam-jam sibuk.
“Susah kali kalau jalannya banyak berlubang. Harus antre untuk melewati jalan itu karena lubangnya lumayan dalam. Jadi agak terganggu juga,” keluh Nina Ginting, warga yang rutin melintasi jalan tersebut untuk mengantar anaknya ke sekolah.
Ironisnya, jalan tersebut baru dibangun pada akhir 2023, namun kini sudah mengalami kerusakan parah, terutama di depan Komplek Perumahan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Keluhan serupa disampaikan Eli Muvida, yang menyayangkan rusaknya jalan utama menuju Taman Margasatwa Medan dan jalur alternatif menuju Berastagi.
“Jalan ini ramai dilalui kendaraan dan digunakan juga oleh sopir angkutan penumpang ke Berastagi. Tapi kondisinya sangat memprihatinkan,” ujarnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa selain banyaknya lubang di badan jalan, bekas galian pipa yang tidak ditutup dengan baik ikut memperparah kerusakan. Air hujan yang menggenang mempercepat kerusakan jalan tersebut.
Menanggapi keluhan warga, anggota DPRD Medan Dapil V, Henry Jhon Hutagalung, menyatakan telah berkomunikasi langsung dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan.
Ia menyebutkan bahwa pihak PU sudah melakukan survei dan berjanji akan mengaspal jalan tersebut Kamis (24/4/2025).
“Saya sudah menghubungi Kepala Dinas PU Kota Medan. Mereka mengatakan sudah survei dan berjanji akan mengaspal jalan itu hari Kamis. Jadi kita tunggu realisasi janji mereka,” ujar Henry Jhon, politisi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).(Anggi)












