TERITORIAL24.COM,Tebing Tinggi – Memasuki penghujung Ramadan, konsentrasi umat Islam mulai terpecah. Seharusnya, momen ini dimanfaatkan untuk meningkatkan ibadah guna meraih kemuliaan Lailatul Qadar.
Namun, yang terjadi justru sebaliknya, banyak yang lebih sibuk dengan urusan duniawi, seperti berbelanja kebutuhan lebaran.
Fenomena ini disampaikan oleh Ustadz Muslim Istiqomah Sinulingga dalam ceramahnya di Musholla Ubbudiyah, Tambangan, Senin malam (25/3).
Menurutnya, umat Islam mulai kehilangan fokus. Yang seharusnya mengisi malam dengan iktikaf, tarawih, tadarus, tahajud, dzikir, sholawat, dan doa, justru lebih banyak menghabiskan waktu di pasar.
“Lailatul Qadar menjadi Lailatul Pasar. Sibuk belanja, sibuk memborong ini dan itu, baik makanan, pakaian, perhiasan, maupun permainan. Padahal, semua itu tidak ada hubungannya dengan kesempurnaan Idul Fitri,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa berbelanja bukanlah hal yang dilarang, tetapi jangan sampai mengurangi semangat dalam beribadah.
Apalagi, sepuluh malam terakhir adalah malam-malam penuh keutamaan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar, maka diampunkan dosa-dosanya yang telah lalu” (HR Bukhari Muslim).
Rasulullah SAW sendiri, kata Ustadz Muslim, di sepuluh malam terakhir Ramadan justru beriktikaf di masjid dan tidak pulang ke rumah.
Beliau menghabiskan malam-malam tersebut dengan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Ramadan tinggal beberapa hari lagi. Mari kita tuntaskan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai di akhirnya kita kalah dan menyerah karena godaan dunia.”
“Belum tentu kita bertemu Ramadan tahun depan, maka sempurnakanlah dengan ibadah maksimal. Semoga kita semua mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadar,” pungkasnya.***












