Deli Serdang - Serdang Bedagai

‎Jangan Tinggalkan Generasi Lemah: Panggilan Suci Membangun Keturunan Tangguh

398
×

‎Jangan Tinggalkan Generasi Lemah: Panggilan Suci Membangun Keturunan Tangguh

Sebarkan artikel ini

‎Oleh:Kabid Kaderisasi DPD Partai Keadilan sejahtera(PKS)Sergai,Ibnu Alfan SH

‎Kabid Kaderisasi DPD Partai Keadilan sejahtera(PKS)Sergai,Ibnu Alfan SH(foto:Dok.PKS Sergai) ‎

Keistiqamahan dalam ibadah, justru akan membentuk pribadi yang teguh, tidak mudah diombang-ambingkan, dan memiliki koneksi kuat dengan Penciptanya.

‎3. Kelemahan Ilmu Pengetahuan

‎Ilmu adalah cahaya, dan alat untuk memimpin. Meninggalkan generasi dalam keadaan bodoh adalah bentuk kelemahan yang nyata, karena membuat mereka sulit bersaing, mudah dibodohi, dan tidak mampu memberikan kontribusi.

Orang tua memiliki tanggung jawab besar, yaitu memastikan anak mendapatkan pendidikan yang seimbang dan berkualitas, mencakup ilmu agama dan ilmu umum.

‎4. Kelemahan Ekonomi dan Kemandirian

‎Kelemahan ini berkaitan dengan kemampuan bertahan hidup, dan kemandirian finansial.

Seorang Muslim harus kuat secara ekonomi agar dapat beribadah dengan tenang, berdakwah tanpa bergantung, dan mampu bersedekah.

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sesungguhnya kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya, lebih baik daripada kamu meninggalkan mereka dalam keadaan miskin yang meminta-minta kepada orang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim).

‎Solusi Ilahi: Bertakwa dan Berkata Benar

‎Langkah praktis untuk menghindari meninggalkan generasi lemah telah ditunjukkan langsung oleh Al-Qur’an di akhir ayat An-Nisa’ 9, yaitu:

‎ * Bertakwa kepada Allah: Ketakwaan orang tua adalah kunci keberkahan, karena kesalehan orang tua adalah investasi abadi, yang melindungi keturunan mereka.

‎ * Berbicara dengan Tutur Kata yang Benar (Qaulan Sadida): Mendidik generasi harus dilakukan dengan komunikasi yang efektif, jujur, penuh hikmah, dan menghindari kekerasan verbal, agar mental mereka tidak rusak. Sampaikan nasihat dengan cara yang lembut, dan menguatkan.

‎Tanggung jawab untuk membangun generasi tangguh adalah amanah kolektif.

Dengan memperkuat empat pilar (akidah, ibadah, ilmu, dan ekonomi) melalui ketakwaan, dan metode pendidikan Islam yang benar, kita berharap tidak termasuk golongan yang meninggalkan generasi lemah dan bodoh, tetapi sebaliknya, meninggalkan generasi pemimpin yang diridhai Allah SWT.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *