Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membentuk sejumlah Desa Bersinar (Bersih Narkoba) sebagai langkah preventif.
“Upaya dilakukan dengan mengedukasi masyarakat dan bentuk Desa Bersinar, namun tantangan terbesar adalah garis pantai Asahan yang panjang dan kedekatan wilayah kami dengan Malaysia. Ini jadi celah bagi sindikat narkoba lintas negara,” katanya.
Senada dengan itu, Bupati Batubara Baharuddin Siagian menyebutkan bahwa wilayah pesisir juga menjadi titik rawan di daerahnya.
“Beberapa waktu lalu secara rutin melakukan tes urine terhadap ASN sebagai bentuk pencegahan. Namun, dengan garis pantai yang tidak mungkin dijaga sepenuhnya, kerja sama antarinstansi sangat dibutuhkan,” katanya.
Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, menyampaikan langkah tegas pihaknya dalam menekan peredaran narkoba melalui kebijakan lokal berbentuk Peraturan wali kota khusus terkait narkoba.
“Sejak tahun 2023, Peraturan Wali Kota yang mewajibkan calon pengantin menjalani tes narkoba sebelum menikah. Ini bagian dari upaya membentuk keluarga yang sehat dan bebas narkoba sejak awal,” jelasnya.
Dengan peningkatan pengungkapan kasus dan nilai barang bukti yang berhasil diamankan, Polda Sumut menegaskan komitmennya untuk menjadikan wilayah ini lebih bersih dari narkoba karena selama ini dikenal sebagai pintu masuk narkoba.(Akbar)












