TERITORIAL24.COM, PAKPAK BHARAT — Di Dusun Lae Bening, Desa Mbinalun, Kecamatan STTU Jehe, jembatan gantung bukan sekadar bentangan baja dan papan kayu.
Ia menjadi urat nadi yang menghubungkan warga dengan kebun, sekolah, pusat layanan kesehatan, dan denyut ekonomi sehari-hari.
Kamis, 16 Juli 2026, jembatan sepanjang 65 meter dengan lebar 1,5 meter itu kembali dapat dilalui setelah Kodim 0206/Dairi menuntaskan seluruh pekerjaan perbaikannya. Pekerjaan dinyatakan rampung dengan progres 100 persen.
Bagi masyarakat pedalaman Pakpak Bharat, selesainya perbaikan jembatan berarti pulihnya akses yang selama ini menentukan ritme kehidupan.
Hasil pertanian dapat kembali diangkut tanpa harus memutar jalur yang lebih jauh. Anak-anak menuju sekolah dengan rasa aman.
Warga yang membutuhkan layanan kesehatan tidak lagi dibayangi kekhawatiran melintasi jembatan yang rusak.
Perbaikan dilakukan oleh personel Kodim 0206/Dairi bersama masyarakat. Gotong royong menjadi wajah utama pekerjaan itu. Tentara dan warga bekerja berdampingan memperbaiki bagian-bagian jembatan yang mengalami kerusakan hingga kembali layak digunakan.
Di balik selesainya proyek tersebut, tersimpan gambaran yang lebih besar mengenai tantangan pembangunan di daerah terpencil. Infrastruktur dasar seperti jembatan sering kali menjadi penentu utama akses terhadap pelayanan publik.
Ketika satu jembatan rusak, bukan hanya perjalanan yang terganggu, tetapi juga aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Karena itu, keberadaan Jembatan Gantung Perintis 2 memiliki arti lebih dari sekadar fasilitas penyeberangan.
Ia menjadi penghubung antara kawasan permukiman dengan lahan pertanian, sekaligus membuka konektivitas antarwilayah di Kecamatan STTU Jehe.
Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan Kolonel Inf. Sandy mengatakan perbaikan jembatan merupakan bentuk dukungan TNI terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur di daerah.
Menurutnya, akses yang lebih baik diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta mendorong pemerataan pembangunan di Kabupaten Pakpak Bharat.












