TERITORIAL24.COM, SIMALUNGUN — Mantan Bupati Simalungun, Jopinus Ramli Saragih, atau JR Saragih, dikenal luas atas dedikasinya dalam memajukan pendidikan bagi warga kurang mampu.
Melalui Yayasan dan Universitas Efarina, ia telah membantu ribuan anak dari keluarga miskin mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik.
Lahir di Medan, 10 November 1968, dari keluarga sederhana, JR Saragih merasakan langsung kerasnya hidup sejak kecil.
Sejak ayahnya meninggal, ia dibesarkan oleh sang nenek dan bekerja sebagai penyemir sepatu, kernet bus, hingga buruh angkut pasir demi bisa terus bersekolah.
Karier militernya dimulai saat bergabung dengan Corps Polisi Militer Angkatan Darat.
Namun di balik pengabdiannya sebagai prajurit, JR Saragih tetap memendam misi sosial, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan.
Pada awal 2000-an, ia mendirikan klinik kecil di Purwakarta yang kemudian berkembang menjadi Rumah Sakit Efarina Etaham.
Di bawah bendera Yayasan Efarina, ia juga mendirikan Akademi Keperawatan, SMK Kesehatan, hingga Universitas Efarina di Kabupaten Simalungun.
Saat menjabat Bupati Simalungun selama dua periode (2010–2021), fokusnya tetap pada pengembangan sumber daya manusia.
Ia dikenal sebagai tokoh yang memberi prioritas pada program pendidikan gratis dan peningkatan akses bagi masyarakat kurang mampu.
“Saya tahu rasanya tak punya biaya sekolah. Itulah mengapa saya tidak ingin ada anak yang gagal menggapai mimpi hanya karena miskin,” ujar JR Saragih dalam satu kesempatan.
Upayanya di bidang pendidikan mendapat apresiasi luas, hingga ia dijuluki “Bapak Pendidikan Warga Kurang Mampu.”
Sebutan itu lahir dari perjuangannya yang konsisten memfasilitasi generasi muda untuk lepas dari jerat kemiskinan melalui jalur pendidikan.
Kini, kiprah JR Saragih masih terus berlanjut. Ribuan alumni dari institusi yang ia dirikan telah tersebar di berbagai daerah, menjadi bukti nyata bahwa akses pendidikan mampu mengubah nasib seseorang, sekaligus membuka peluang bagi masa depan yang lebih baik.(Akbar)












