TERITORIAL24.COM, MEDAN – Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu), Harli Siregar, berkunjung ke kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut di Jalan Adinegoro, Medan, Jumat (26/9/2025).
Kunjungan ini sekaligus jadi ajang silaturahmi dan menegaskan komitmen Kejatisu untuk bersinergi dengan insan pers.
Didampingi Kajari Medan Fajar Syahputra serta jajaran, Harli disambut Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik bersama pengurus. Pertemuan berlangsung cair, tanpa jarak kaku antara jaksa dan jurnalis.
Farianda mengapresiasi gaya kepemimpinan Harli yang baru tiga bulan menjabat. Menurutnya, Kejatisu kini lebih terbuka pada media, bahkan tak segan mengajak wartawan olahraga bareng.
“Kalau dulu Kejatisu terkesan momok menakutkan, sekarang sudah berubah. Informasi lebih mudah diakses,” ujarnya.
Selain soal keterbukaan, Farianda juga menyinggung gebrakan Kejatisu dalam kasus-kasus korupsi besar.
Mulai dari Bank Sumut Unit KCP Melati, dua eks Direktur PT Pelindo I, hingga pengadaan kapal tunda senilai Rp92 miliar.
Bahkan Kejatisu juga tengah mengusut penjualan aset PTPN I Regional ke PT Citraland.
Menanggapi itu, Harli menegaskan, dirinya datang sebagai putra daerah yang ingin menjaga proses pembangunan di Sumut.
“Saya tidak bisa memberi uang, tapi kami bisa menjaga agar pembangunan berjalan semestinya,” katanya.
Ia menekankan dua hal penting bagi jajaran jaksa di Sumut: tidak cawe-cawe proyek dan tidak main-main dengan Dana Desa. Menurut Harli, isu jaksa ikut proyek sering jadi stigma yang merugikan. “Kalau kita mau serius memberantas korupsi, mulai dari aparat penegak hukumnya dulu yang harus bersih,” tegasnya.
Harli juga mengaku membatasi pertemuan dengan kepala daerah maupun OPD untuk menghindari kecurigaan publik.
“Ini bukan pencitraan. Kalau kita mau konsisten dengan pemberantasan korupsi, kejaksaan harus menjaga jarak dari praktik itu,” ujar mantan Kapuspenkum Kejagung tersebut.
Silaturahmi ditutup dengan pertukaran cinderamata antara Kajatisu Harli Siregar dan Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik, dalam suasana kekeluargaan yang kental.(Akbar)












