TERITORIAL24.COM, PEMATANGSIANTAR – Polisi biasanya identik dengan sirine, borgol, dan razia jalanan. Tapi di Pematangsiantar, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto membuktikan bahwa polisi juga bisa turun tangan di dapur—secara harfiah.
Jumat (31/10/2025), Kapolda meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Pematangsiantar, sebuah fasilitas dapur bergizi yang dibuat untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah dan kelompok rentan.
Acara peresmian berlangsung penuh semangat dan aroma harapan (serta mungkin aroma sayur bening yang baru matang), dihadiri oleh Ketua Bhayangkari Daerah Sumut Ny. Mona Whisnu, pejabat utama Polda, Wali Kota, DPRD, unsur TNI, kejaksaan, dan tentu saja Kapolres Pematangsiantar beserta jajaran Forkopimda.
Kapolda Whisnu menyebut, pembangunan SPPG ini bukan sekadar mendirikan dapur di atas lahan 880 meter persegi dengan bangunan 435 meter persegi, tapi juga simbol dari “kehadiran Polri yang peduli, bukan hanya pada keamanan, tapi juga pada isi perut warganya.”
“Peresmian ini bukan sekadar dapur berdiri, tapi bukti komitmen Polri untuk mendukung generasi yang sehat dan cerdas,” ujar Whisnu dalam sambutannya.
SPPG Polres Pematangsiantar ini nantinya akan melayani 5 sekolah dengan total lebih dari 3.600 siswa, serta 388 penerima manfaat kelompok rentan—mulai dari bayi, balita, ibu hamil, hingga ibu menyusui. Program ini dikelola bersama Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) dan Primkopol, yang akan mengatur bahan, pengolahan, dan distribusi makanan bergizi setiap harinya.
Kapolda juga menekankan pentingnya keamanan pangan. Ia tegas menyebut tak ingin mendengar ada kasus “keracunan berjamaah” di dapur Polri.
“Sampai sekarang, seluruh SPPG Polri masih zero accident. Prestasi ini harus dipertahankan,” ujarnya dengan nada setengah bangga, setengah peringatan.
Dalam pidatonya, Whisnu sempat mengutip pesan Presiden yang menurutnya relevan dengan semangat gotong-royong di Indonesia.
“Polisi di negara lain mungkin tak akan paham kenapa polisi kita bisa urus dapur dan jagung. Tapi ini Indonesia—kalau rakyat sejahtera, kriminalitas juga menurun,” katanya disambut tawa kecil para tamu.












