Sumatera Utara

Kasus Dugaan Pungli ASN Deliserdang Bikin Presiden Turun Tangan, Bobby Nasution Langsung Panggil Bupati

249
×

Kasus Dugaan Pungli ASN Deliserdang Bikin Presiden Turun Tangan, Bobby Nasution Langsung Panggil Bupati

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN — Dunia birokrasi Sumatera Utara lagi-lagi jadi sorotan setelah muncul video viral dari seorang ASN Dinas Kesehatan Deliserdang, Farida Purba, yang curhat soal dugaan pungli dalam proses kenaikan pangkat.

Curhatan itu bukan cuma ramai di TikTok, tapi juga sukses bikin Presiden Prabowo Subianto ikut menaruh perhatian.

Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, yang tak mau peristiwa ini jadi bola liar, langsung memanggil Bupati Deliserdang, Asri Ludin Tambunan, untuk rapat mendadak di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Minggu (2/11/2025).

“Saya dapat perintah langsung dari Mendagri atas atensi Presiden terkait video ini,” kata Bobby, nada suaranya tegas tapi masih pakai gaya khas menantu Presiden Jokowi itu.

“Kami harapkan permasalahan ini bisa diselesaikan dengan baik dan ada solusi terbaik dari bupati.”

Bobby juga memberi catatan soal kebijakan kepegawaian. Menurutnya, ASN yang sudah mendekati masa pensiun tetap layak dapat penghargaan kenaikan pangkat — biarpun efeknya ke gaji pensiun nggak terlalu besar. Katanya, yang penting adalah bentuk apresiasi terhadap pengabdian.

“Remedial test bisa dijadwalkan ulang dan diprioritaskan bagi pegawai yang akan pensiun,” tambah Bobby, memastikan prosesnya bisa lebih manusiawi tanpa mengorbankan aturan.

Bupati Deliserdang, Asri Ludin Tambunan, mengangguk mantap.

Ia mengonfirmasi bakal menggelar remedial test lagi bagi 58 ASN yang sebelumnya tidak lulus, termasuk Farida Purba yang jadi “bintang utama” video viral itu.

“Kita akan laksanakan remedial kembali, dan pelaksanaannya diselenggarakan oleh BKN Medan,” ujarnya.

Tapi, drama ini belum selesai. Soal dugaan pungli yang disuarakan Farida, Bobby dan Asri sama-sama minta agar Farida mau buka suara lebih jauh ke Inspektorat Sumut dan Deliserdang.

Nama-nama pelaku dan bukti pungli diminta diungkap supaya kasusnya bisa lanjut ke proses hukum.

Kasus ini memang baru di level curhat TikTok, tapi efeknya sudah sampai ke istana.

Sebuah bukti bahwa di era digital, satu video dari ruang kerja bisa mengguncang meja birokrasi — bahkan sampai ke telinga Presiden.(Akbar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *