Sementara dari informasi yang diperoleh, tindakan Saodah SPd itu, bukan baru hanya terjadi pada Putriani. Juga sudah pernah terjadi pada tiga orang guru honorer lain. Ketiga guru honorer itu terpaksa berhenti atau mundur secara suka rela karena tidak pernah diberi jasa atau gaji meski sudah mengabdi selama 6 dan 8 bulan di sekolah tersebut.
Tidak diketahui mengapa Saodah SPd tega memperlakukan orang yang sama profesi dan nasibnya dengannya itu. Ada yang menyebutkan disebabkan mencuatnya kasus dugaan tenaga honor palsu yang dilakukannya dalam rangka meloloskan putranya M Faried Fajaruddin mengikuti seleksi tekhnis atau seleksi tahap pertama penerimaan PPPK. Ada juga menyebutkan dikarenakan ketidak mampuannya memimpin atau menjabat sebagai Kepsek.
Namun sangat disayangkan, jawaban menyangkut informasi miring tetang Kepsek tersebut, tidak berhasil diperoleh. Karena Saodah SPd terkesan menutup diri pasca mencuatya berbagai persoalan sekolah yang dipimpinnya itu, meski teritorial24.com sudah mencoba menghubunginya via whatsup dan jaringan selularnya dinomor 0853 7301 xxxx.(gan)












