”Wahai Abu Thalhah, jika ada sesuatu yang dipinjamkan lalu pemiliknya mengambil kembali, apakah pantas kita marah?”
Abu Thalhah menjawab, “Tidak.”
Ummu Sulaim pun melanjutkan, “Sesungguhnya Allah telah mengambil kembali anak kita.”
Betapa teguhnya hati seorang ibu ini. Ia tidak larut dalam tangisan, tapi justru mengajarkan suaminya arti sabar dan ikhlas.
Rasulullah ﷺ yang mendengar kisah itu kemudian mendoakan keberkahan bagi keluarga mereka. Dari doa itu lahirlah Abdullah bin Abu Thalhah, yang menjadi ayah bagi banyak ulama besar.
Teladan Sepanjang Masa
Ummu Sulaim bukan hanya seorang istri yang setia atau ibu yang penyabar. Ia adalah pejuang iman yang rela mengorbankan segala-galanya demi Allah.
Cintanya bukan hanya kepada suami atau anak, tapi terutama kepada Sang Pencipta.
Kisah Ummu Sulaim mengajarkan kita bahwa cinta sejati tidak bisa dilepaskan dari iman, dan pengorbanan yang ikhlas di jalan Allah akan diganjar dengan kemuliaan.***
Referensi:
Muslim bin al-Hajjaj, Shahih Muslim, Kitab al-Fadha’il.
Ibn Sa’d, Thabaqat al-Kubra, jilid 8.
Al-Dzahabi, Siyar A’lam al-Nubala’, jilid 2.
Ibnu Hajar al-Asqalani, Al-Isabah fi Tamyiz al-Sahabah, jilid 8.












