Berita Utama

Kepala Desa Teluk Lepas Program Mahasiswa Berdampak, Hadirkan Bank Pakan Silase untuk Ketahanan Peternak

173
×

Kepala Desa Teluk Lepas Program Mahasiswa Berdampak, Hadirkan Bank Pakan Silase untuk Ketahanan Peternak

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, LANGKAT – Pemerintah Desa Teluk, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, secara resmi melepas Program Mahasiswa Berdampak bertema “Bank Pakan Silase Berbasis Sumber Daya Lokal sebagai Upaya Ketahanan Peternak pada Masa Krisis dan Bencana” setelah berlangsung selama kurang lebih 23 hari.

Program tersebut diserahkan kembali kepada pihak kampus, yakni Universitas Tjut Nyak Dhien yang diwakili Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Dr. Wismaroh Sanniwati Br Saragih, S.P., M.Si., Sabtu 21 Februari 2026.

Kepala Desa Teluk, Ruswanto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa yang telah mendampingi masyarakat, khususnya kelompok peternak, dalam memperkuat ketahanan pakan serta membantu pemulihan usaha ternak pascabanjir.

Selama pelaksanaan program, mahasiswa memberikan pelatihan teknis dan pendampingan langsung terkait pembuatan bank pakan silase berbasis sumber daya lokal. Pelatihan meliputi proses pencacahan bahan, teknik fermentasi, hingga manajemen penyimpanan pakan.

Sebagai bentuk dukungan keberlanjutan, kelompok peternak juga menerima bantuan mesin chopper (pencacah hijauan) dan fasilitas penyimpanan silase.

Tidak hanya berfokus pada penyediaan cadangan pakan, program ini juga mencakup pemulihan ternak pascabanjir melalui pemberian vitamin guna meningkatkan daya tahan tubuh dan mempercepat pemulihan kesehatan hewan.

Mahasiswa bersama masyarakat turut melakukan penanaman kembali hijauan pakan ternak jenis Indigofera sp. sebanyak 100 bibit.

Bibit tersebut diperoleh dari Balai Ruminansia Kecil Sei Putih, Sumatera Utara, sebagai langkah strategis memastikan ketersediaan pakan berkualitas tinggi secara berkelanjutan.

Program ini menghasilkan sejumlah capaian strategis, di antaranya terbentuknya Bank Pakan Silase berbasis bahan lokal seperti tebon jagung, jerami, dan limbah pertanian; meningkatnya kapasitas peternak dalam teknik pembuatan silase; optimalisasi pemanfaatan limbah pertanian; serta terbentuknya kelompok pengelola bank pakan untuk produksi dan distribusi secara kolektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *