Pada Ramadan sebelumnya, Sumatera Utara bahkan mencatat laju inflasi yang relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah provinsi lain.
Inflasi bulanan pada Maret 2025 tercatat sekitar 0,68 persen, menunjukkan bahwa tekanan harga dapat dikendalikan meskipun terjadi peningkatan permintaan selama bulan suci.
Usulan Pasar Murah Baju Lebaran
Dengan kondisi stok dan harga pangan yang relatif stabil, Fraksi FPKS DPRD Sumut mendorong agar anggaran dan kebijakan pasar murah diperluas untuk mencakup kebutuhan sandang, khususnya melalui program pasar murah baju Lebaran.
Prof. Usman mengusulkan agar pelaksanaan pasar murah baju Lebaran melibatkan pelaku UMKM lokal, penjahit, dan konveksi daerah.
Menurutnya, skema ini tidak hanya membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh pakaian dengan harga terjangkau, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi pelaku usaha lokal.
“Pasar murah baju Lebaran bisa menjadi solusi yang saling menguntungkan. Masyarakat terbantu, UMKM bergerak, dan roda ekonomi daerah ikut berputar,” jelasnya.
Fraksi FPKS DPRD Sumut menegaskan komitmennya untuk mengawal usulan ini melalui fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran di DPRD Sumatera Utara, agar program pasar murah benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Ini adalah bentuk kepedulian sosial yang konkret. Pemerintah harus hadir tidak hanya memastikan ketersediaan pangan, tetapi juga menjaga martabat dan kebahagiaan masyarakat dalam menyambut hari raya,” pungkas Prof. Usman.***












