Blitar Raya

Kirab Ketupat Coklat Angkat Blitar sebagai Destinasi Wisata Budaya Unggulan

91
×

Kirab Ketupat Coklat Angkat Blitar sebagai Destinasi Wisata Budaya Unggulan

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Suasana meriah menyelimuti Kampung Coklat pada Sabtu (28/3/2026) saat digelarnya Kirab Ketupat Coklat.

Tradisi tahunan ini kembali menyedot perhatian ribuan pengunjung yang datang untuk menyaksikan perpaduan unik antara budaya, religi, dan kebersamaan masyarakat.

Sekitar 5.000 ketupat disiapkan dalam kegiatan tersebut, menyesuaikan jumlah jamaah pengajian yang turut memeriahkan rangkaian acara.

Ketupat-ketupat ini bukan sekadar hidangan, tetapi sarat makna sebagai simbol rasa syukur usai menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan, sekaligus lambang persatuan dan kebersamaan.

Reditya Ansori, Divisi Quality Assurance Kampung Coklat, menjelaskan bahwa Kirab Ketupat Coklat merupakan bentuk nyata pelestarian tradisi leluhur yang dikemas dengan nuansa spiritual.

“Kegiatan ini adalah bagian dari upaya nguri-nguri budaya yang kami padukan dengan pengajian Sabtu pagi, sehingga nilai religiusnya semakin terasa,” ujarnya.

Ia menambahkan, filosofi ketupat dalam tradisi ini mengandung pesan mendalam: kebersihan hati, saling memaafkan, serta mempererat silaturahmi antarwarga.

Nilai-nilai ini menjadi inti dari perayaan, tidak hanya sebagai seremoni, tetapi juga sebagai refleksi kehidupan sosial masyarakat.

Kirab ini juga berperan penting dalam memperkuat identitas budaya lokal sekaligus memperkenalkan keunikan Kampung Coklat kepada khalayak luas. Tak heran jika setiap tahun acara ini selalu dinanti dan berhasil menarik wisatawan dari berbagai daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Blitar Rijanto yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara. Ia juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Blitar, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Kirab Ketupat Coklat bukan sekadar agenda tahunan, melainkan warisan budaya yang memiliki nilai kebersamaan dan spiritualitas yang tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *