Dan mengajak seluruh pemain dan official untuk menghormati setiap keputusan wasit serta menjunjung tinggi nilai sportivitas. Karenan menurutnya, olahraga bukan semata-mata tentang menang atau kalah, melainkan membangun persaudaraan, karakter, dan semangat kebersamaan.
Sementara, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar S.Sos, MSi dalam amanatnya dikesempatan tersebut mengatakan turnamen sepak bola itu merupakan bukti nyata bahwa olahraga mampu menjadi perekat persatuan sekaligus membangun generasi yang sehat, tangguh, dan berprestasi.
Bahkan dirinya langsung mengungkapkan pasca turnamen sepak bola itu, Pemkab Asahan berencana menyelenggarakan Piala Bupati Asahan untuk kelompok usia 12, 13, 14, dan 15 tahun sebagai bentuk keseriusan dalam pembinaan sepak bola usia dini.
Taufik menambahkan, turnamen sepak bola memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke – 81 memperebutkan Piala dandim 0208 Asahan itu bukan hanya menjadi ajang mencari kemenangan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi.
“Di lapangan kita boleh menjadi lawan, tetapi setelah pertandingan selesai kita tetap menjadi kawan. Menang dan kalah adalah hal biasa, namun sportivitas dan persaudaraan harus tetap dijaga,” katanya sembari mengharapkan seluruh rangkaian pertandingan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.(gan).












