Sumatera Utara

Mangrove di Sumut Sudah 8.307 Hektare, Hari Menanam Pohon Indonesia Dirayakan dengan Tanah Basah & Semangat Hijau

188
×

Mangrove di Sumut Sudah 8.307 Hektare, Hari Menanam Pohon Indonesia Dirayakan dengan Tanah Basah & Semangat Hijau

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN — Sumatera Utara punya cara sendiri merayakan Hari Menanam Pohon Indonesia 2025: turun ke lumpur dan menanam mangrove.

Penjabat Sekdaprov Sumut, Sulaiman Harahap, menyampaikan bahwa sejak 2018 hingga 2024, provinsi ini telah menanam mangrove seluas 8.307 hektare. Angka itu disampaikan langsung di lokasi penanaman, kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading, Desa Karang Gading, Labuhan Deli, Selasa (25/11/2025).

“Menanam pohon bukan sekadar menanam benih di tanah. Itu simbol harapan dan komitmen kita,” kata Sulaiman.

Ia mengingatkan bahwa pohon adalah benteng pertama dari perubahan iklim—dan Sumut butuh benteng itu lebih dari sebelumnya.

Acara ini juga jadi momentum untuk mengingatkan kembali komitmen Indonesia menurunkan emisi karbon lewat target NDC serta Perpres 110/2025 tentang instrumen nilai ekonomi karbon. Sulaiman menekankan bahwa perubahan iklim bukan isu jauh di awan, tapi sudah menyentuh kehidupan sehari-hari lewat cuaca ekstrem dan kerusakan ekosistem.

Pemulihan mangrove sendiri dilakukan di 17 desa, tersebar di Kecamatan Secanggang, Tanjung Pura, Hamparan Perak, dan Labuhan Deli.

Kawasan Karang Gading–Langkat Timur Laut, yang memiliki total area 14.827 hektare, tercatat mengalami kerusakan 3.385 hektare.

Untuk itu, Kementerian Kehutanan melakukan pemulihan ekosistem dengan menyiapkan 1.415.700 bibit mangrove pada 2025.

Sulaiman kemudian mengajak masyarakat menjadikan menanam pohon sebagai kebiasaan, bukan agenda tahunan.

“Setiap pohon yang kita tanam hari ini adalah investasi untuk masa depan yang lebih hijau,” ujarnya.

Acara penanaman di Karang Gading turut dihadiri Forkopimda Sumut dan Deliserdang, jajaran Pemkab Deliserdang, UPT Kementerian Kehutanan, serta sejumlah undangan.

Pada akhirnya, Sumut merayakan Hari Menanam Pohon bukan hanya dengan kata-kata, tapi juga dengan kaki yang masuk lumpur dan bibit yang tumbuh jadi harapan.(Anggi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *