Dalam acara tersebut, Rico juga menyerahkan penghargaan kepada camat, lurah, dan kepling yang paling aktif membantu program ini. Beberapa di antaranya berasal dari Kecamatan Medan Tembung, Medan Sunggal, Medan Kota, dan Medan Petisah.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Medan Kota, Jefri Iswanto, menyebut program ini jadi contoh nasional.
“Baru Medan yang melibatkan Kepling atau setara RT/RW buat memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Dengan model ini, target 50 ribu pekerja terlindungi bisa tercapai lebih cepat,” jelasnya.
Singkatnya, Pemko Medan berhasil mengubah peran Kepling — dari sekadar pengurus lingkungan jadi “agen perlindungan sosial”.
Kalau biasanya Kepling datang buat ngingetin iuran sampah, sekarang mereka juga bisa datang buat bantu daftar BPJS Ketenagakerjaan.
Dan ya, seperti kata Wali Kota Rico, perlindungan sosial itu bukan soal angka, tapi soal rasa aman. Karena kalau warga sudah aman, Medan bisa kerja tenang, dan Kepling pun bisa tidur nyenyak.(Anggi)












