Nasional

Menaker Siapkan BLK Jadi Klinik Produktivitas dan Inkubator Bisnis

249
×

Menaker Siapkan BLK Jadi Klinik Produktivitas dan Inkubator Bisnis

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, SURAKARTA — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan pemerintah menyiapkan transformasi Balai Latihan Kerja (BLK) agar pelatihan yang diberikan lebih relevan dengan kebutuhan industri serta membuka peluang kerja dan wirausaha yang lebih luas.

Transformasi tersebut mencakup penguatan fungsi BLK sebagai Klinik Produktivitas, Talent and Innovation Hub (TIH), serta inkubator bisnis.

Yassierli menyampaikan hal itu saat berkunjung ke Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Surakarta, Jumat, 30 Januari 2026. Menurut dia, perubahan fungsi BLK bertujuan agar keterampilan yang diperoleh peserta pelatihan selaras dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

Untuk mendukung transformasi tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan akan berkolaborasi dengan perguruan tinggi.

Sinergi dengan kalangan akademisi dinilai penting untuk memastikan kompetensi sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan industri, termasuk sektor pekerjaan hijau, teknologi informasi kreatif, dan operasi cerdas.

Selain itu, Yassierli mengatakan BLK juga akan diperkuat sebagai pusat pelatihan inklusif, termasuk bagi penyandang disabilitas, serta sebagai pusat peningkatan produktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah.

BLK diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelatihan, tetapi juga ruang pengembangan kompetensi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kemnaker juga menyiapkan peran BLK sebagai inkubator bisnis. Melalui skema tersebut, calon wirausaha akan mendapatkan pendampingan mulai dari perumusan ide usaha, pemetaan pasar dan pesaing, penyusunan model bisnis, hingga strategi pengembangan dan pemasaran.

Yassierli menyebutkan sejumlah tantangan yang selama ini dihadapi BLK, antara lain keterbatasan jumlah penerima manfaat, efisiensi anggaran, sistem penjaminan mutu pelatihan, pembaruan kurikulum, transparansi rekrutmen peserta, serta pelacakan data lulusan.

Optimalisasi BLK, kata dia, diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pelatihan dalam menjawab persoalan pengangguran.(Anggi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *