Sumatera Utara

Musim Hujan Datang, Pemprov Sumut Siapkan Lima Jurus Anti-Banjir — dari Task Force sampai Edukasi Warga

362
×

Musim Hujan Datang, Pemprov Sumut Siapkan Lima Jurus Anti-Banjir — dari Task Force sampai Edukasi Warga

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tampaknya tak mau kecolongan lagi dengan drama banjir bandang tiap kali hujan turun.

Kali ini, mereka menyiapkan jurus lima langkah buat menghadapi musim hujan yang sudah mulai mengguyur dengan niat penuh.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, Togap Simangunsong, menjelaskan strategi itu dalam Rapat Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Penghujan di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (9/10/2025).

Rapat ini juga membahas tindak lanjut tragedi banjir bandang di Bahorok, Langkat—daerah yang selalu jadi “langganan alam” kalau curah hujan kelewatan batas.

“Pertama, kita bentuk tim terpadu yang isinya gabungan dari pemerintah, lembaga teknis, aparat, akademisi, dan masyarakat,” kata Togap. Tim ini, katanya, bakal jadi pasukan utama buat menyusun rencana aksi dan mitigasi bencana.

Langkah kedua, tiap dinas dan lembaga diminta kasih masukan konkret—nggak cuma wacana—terutama soal pendanaan dan sumber daya manusia.

Ketiga, masyarakat di daerah rawan bencana akan diedukasi biar lebih peka soal pentingnya menjaga hutan dan sungai, bukan cuma sibuk bikin konten banjir di TikTok.

Langkah keempat, Pemprov bakal memperkuat kolaborasi dengan lembaga seperti BMKG, BPDAS, Balai Wilayah Sungai (BWS), Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), dan BKSDA, buat pemantauan dan peringatan dini.

Dan terakhir, alias langkah kelima, masyarakat lokal didorong ikut menjaga lingkungan. Biar kalau nanti banjir datang, paling tidak mereka tahu kenapa airnya nggak berhenti di selokan.

Dari pihak BMKG, Kepala BBMKG Wilayah I, Hendro Nugroho, kasih bocoran bahwa puncak musim hujan di Sumut akan terjadi Oktober–November 2025.

“Curah hujan diprediksi sedang sampai sangat tinggi. Jadi, siap-siap saja, Sumut,” katanya dengan nada peringatan yang halus tapi menusuk.

BMKG juga mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi—alias segala bencana yang disponsori hujan, dari banjir bandang sampai longsor.

Rapat ini dihadiri para pejabat penting: dari Kepala BPBD Sumut Tuahta Saragih sampai Direktur Informasi Perubahan Iklim BMKG, Fahri Rajab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *