TERITORIAL24.COM, SIMALUNGUN – Kabar baik buat warga Sumatera Utara yang masih sering nongkrong di warung sambil ngeluh “kerja susah sekarang.”
Gubernur Sumut Bobby Nasution baru saja meneken kerja sama dengan PT Kawasan Industri Nusantara (Kinra) untuk memprioritaskan pekerja lokal di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Targetnya, 13.000 tenaga kerja baru bakal terserap dalam dua tahun ke depan.
Kerja sama ini diumumkan saat kunjungan kerja Bobby ke KEK Sei Mangkei, Kamis (9/10/2025), sekalian menyerahkan Kartu BPJS Ketenagakerjaan untuk para pekerja rentan.
Menurut Bobby, sejak dibuka pada 2012, kawasan industri ini sudah menampung sekitar 13 ribu pekerja. Tapi ke depan, jumlahnya akan ngebut dua kali lipat hanya dalam waktu 15 bulan—lebih cepat daripada pembangunan trotoar di Medan.
“Dalam dua tahun ke depan akan ada 13 ribu tenaga kerja yang terserap. Kalau tahun ini 3 ribu, tahun depan 10 ribu. Jadi, kita kebut,” ujar Bobby dengan gaya optimis khas menantu presiden.
Dari total 8,11 juta angkatan kerja di Sumut, ada sekitar 409 ribu yang masih nganggur. Karena itu, Bobby ingin agar porsi terbesar dari rekrutmen ini diberikan ke warga Sumut sendiri.
“Prioritas untuk pekerja lokal. Kita akan bantu dari sisi pelatihan, tempat tinggal, dan kebutuhan lain,” katanya.
Bobby juga sempat menyentil soal gaji para pekerja di KEK Sei Mangkei—apakah sudah sesuai UMR, UMP, atau UMK.
“Jangan sampai pekerja di kawasan besar seperti ini, tapi masih gajinya di bawah standar,” ujarnya dengan nada setengah serius, setengah sindir.
Selain soal rekrutmen, Pemprov Sumut juga memberi bantuan jaminan ketenagakerjaan bagi sekitar seribu pekerja rentan di Siantar, Simalungun, dan Batubara—terutama mereka yang kerja di perkebunan sawit tapi belum terdaftar di BPJS.
“Mereka ini gajinya kecil, risikonya tinggi, jadi kita bantu cover iurannya,” tambahnya.
Direktur PT Kinra, Arif Budiman, mengapresiasi semangat Bobby. Katanya, dengan dukungan Pemprov Sumut, proses rekrutmen tenaga kerja lokal bisa lebih lancar. “Kami menyambut baik kerja sama ini. Pengembangan KEK Sei Mangkei memang butuh sinergi,” ujarnya.












