Peristiwa

Ngebut, Remaja Berboncengan 4 Tabrak Dinding 2 Tewas 2 Luka-luka

567
×

Ngebut, Remaja Berboncengan 4 Tabrak Dinding 2 Tewas 2 Luka-luka

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, DELISERDANG – Akibat tak melihat tanjakan tali air (parit), kawanan remaja berboncengan 4 mengalami kecelakaan lalu lintas. Akibatnya dua korban tewas di lokasi sementara dua korban lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Bakti dua, Desa Sekip, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Sertadi, pada Selasa (20/05/2025) sekira pukul 10.00 WIB pagi tadi.

Korban meninggal masing-masing E (15) dan A (15) sementara korban luka R (13) dan H (16), keempatnya warga jalan Pancing kelurahan Sudirejo kecamatan Medan Tembung kota Medan.

Sementara sepeda motor Honda Beat BK 2161 AKZ mengalami kerusakan yang cukup parah di bagian depan.

Informasi dihimpun, korban yang berboncengan 4 ini datang dari arah Jalan Bakti Satu dengan kondisi kencang.

Diduga karena tidak melihat ada tanjakan tali air (parit), korban jadi hilang kendali lalu menabrak dinding pagar rumah warga pas di persimpangan gang Amaliyah.

Salah seorang warga bernama Gito (64) mengaku melihat kendaraan korban yang oleng dan goyang hingga menabrak tembok. Mereka terlihat mengebut sejak diatas jembatan/ tali air.

Dari keterangan korban selamat diketahui mereka merupakan orang jalan Pancing Medan.

“Tarik 4 mereka, ngebut lalu oleng dan goyang, terlihat terbang mereka. hingga akhirnya menabrak tembok rumah warga. Korbannya 2 meninggal 2 lagi selamat” sebut Gito.

Tak berselang lama, petugas unit Gakkum Satlantas Polresta Deli Serdang yang menerima informasi adanya laka lantas, turun mengevakuasi para korban.

Baik korban tewas dan korban terluka di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Amri Tambunan untuk mendapatkan penanganan.

Tukang becak bernama Anto (60) yang biasa mangkal diatas jembatan tali air mengaku melihat korban melaju kencang. Jarak jatuhnya sekitar lebih 50 meter dari jembatan.

“Nampak, tapi jatuhnya disana (menunjuk lokasi kejadian), mereka kencang terbang, tarik (berboncengan) empat orang” sebut Anto.

Diketahui di lokasi tersebut sudah berulang kali terjadi peristiwa kecelakaan, yang diakibatkan pengendara tidak tahu ada tanjakan atau jembatan tali air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *