Sumber lain menyebutkan bahwa ada “hitung-hitungan” antara oknum biro jasa dan petugas Samsat terkait jumlah berkas yang masuk. Media ini masih menelusuri dugaan aliran dana tersebut karena dianggap tidak masuk ke kas negara.
Kru Teritorial24.com mencoba mengonfirmasi hal ini kepada Kepala UPTD Samsat Medan Utara, M. Ainul Hafis.
Namun, pejabat tersebut tidak berada di ruangannya di lantai dua, dan tak satu pun ASN di gedung itu mengaku memiliki nomor kontaknya.
“Saya nggak ada nomornya,” ujar salah seorang ASN singkat.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Samsat Medan Utara. Yang jelas, semboyan “No Gratifikasi” di dinding gedung itu sepertinya masih menunggu waktu untuk benar-benar dijalankan—bukan sekadar hiasan untuk foto latar pelayanan publik.(Tim)












