Di sisi lain, Jihan Akbar Nasution menyoroti tantangan pemuda dalam era digital yang penuh dengan disinformasi dan propaganda.
Ia mengingatkan bahwa informasi yang mudah diakses justru bisa menjadi bumerang jika tidak disikapi dengan kritis.
“Kita punya akses ke ribuan informasi dalam sehari, tetapi seberapa banyak yang benar-benar kita pahami? Jangan sampai kita menjadi pemuda yang mudah digiring opini hanya karena malas mencari sumber yang valid,” tuturnya.
Diskusi berlangsung hangat dengan partisipasi aktif dari para peserta. Mereka menyampaikan berbagai pandangan tentang bagaimana pemuda hari ini seharusnya menyikapi kondisi bangsa.
Menjelang waktu berbuka puasa, acara ditutup dengan doa bersama serta sesi berbagi pengalaman.
Ngabuburit Kebangsaan ini diharapkan menjadi titik awal bagi pemuda Tebing Tinggi untuk kembali menggali literasi, membangun kesadaran kritis, dan menghidupkan kembali gairah berpikir dalam menghadapi tantangan kebangsaan.(Faiz)












