Panen diperkirakan jatuh antara Februari hingga Maret 2026, saat pasokan cabai biasanya menurun.
Meski menggunakan anggaran DBHCHT, program ini bukan ditujukan untuk petani tembakau, melainkan petani hortikultura. DKPP menegaskan bahwa kegiatan ini masuk kategori peningkatan sarana produksi pangan.
Dengan memperluas basis produksi hortikultura, pemerintah berharap dampak positif terasa langsung bagi stabilitas pangan daerah.
Pemkab Blitar menaruh harapan besar pada keberhasilan program cabai off season ini.
Jika hasil panen maksimal dan harga cabai tetap terkendali, program serupa dapat diperluas sebagai model penguatan produksi hortikultura dalam jangka panjang.
Pemerintah menilai intervensi melalui DBHCHT ini memiliki potensi besar untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah perubahan iklim dan fluktuasi harga pangan nasional.
Melalui langkah adaptif ini, Pemkab Blitar menunjukkan bahwa DBHCHT tidak hanya menjadi instrumen pendukung sektor tembakau, tetapi juga alat strategis untuk menjaga ketahanan pangan.
Ketika petani berdaya, pasokan cabai terjaga, dan inflasi dapat dikendalikan, maka tujuan pembangunan daerah dinilai dapat tercapai dengan lebih tepat sasaran.(ADV/kmf/didik)












