Asahan - Tanjungbalai

Pimpin Peringatan Hardiknas 2025, Wali Kota Tanjungbalai Tekankan Kolaborasi Orang Tua, Dunia Usaha, dan Media untuk Bentuk Generasi Hebat

196
×

Pimpin Peringatan Hardiknas 2025, Wali Kota Tanjungbalai Tekankan Kolaborasi Orang Tua, Dunia Usaha, dan Media untuk Bentuk Generasi Hebat

Sebarkan artikel ini
Pimpin Peringatan Hardiknas 2025, Wali Kota Tanjungbalai Tekankan Kolaborasi Orang Tua, Dunia Usaha, dan Media untuk Bentuk Generasi Hebat. (Ilham/ist)

TERITORIAL24.COM, Tanjungbalai– Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 di halaman Kantor Wali Kota Tanjungbalai, Jumat (2/5/2025).

Upacara dipimpin langsung oleh Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, dan turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Nurmalini Marpaung, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, stakeholder pendidikan, serta tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Mahyaruddin membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Ia menekankan bahwa peringatan Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk meneguhkan komitmen mencerdaskan kehidupan bangsa, sesuai amanat UUD 1945 dan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

“Pendidikan adalah hak setiap warga negara tanpa memandang agama, fisik, suku, bahasa, ekonomi, gender, atau domisili. Tidak boleh ada diskriminasi dalam pendidikan,” tegas Wali Kota.

Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan sebagai sarana membentuk kepribadian, akhlak mulia, serta kecakapan hidup. Pendidikan disebutnya sebagai alat mobilitas sosial dan politik yang dapat meningkatkan harkat dan martabat bangsa.

Mendikdasmen, kata Mahyaruddin, turut menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama dalam Astacita keempat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan, penerapan pembelajaran digital, serta peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru.

“Guru harus menjadi agen pembelajaran dan peradaban. Mereka bukan hanya fasilitator, tetapi juga mentor, konselor, bahkan orang tua kedua bagi murid-muridnya,” ujarnya.

Sebagai bagian dari transformasi pendidikan nasional, Kemendikdasmen meluncurkan berbagai inisiatif seperti pembelajaran mendalam, tes kemampuan akademik, penguatan kecakapan abad 21 seperti coding dan kecerdasan buatan, hingga pembentukan karakter melalui program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Kebiasaan tersebut antara lain bangun pagi, ibadah, olahraga, makan sehat, gemar belajar, aktif bermasyarakat, dan tidur tepat waktu.

“Pendidikan karakter juga diperkuat lewat program Pagi Ceria, yang mengajak anak-anak memulai hari dengan menyanyikan lagu kebangsaan dan berdoa bersama,” tambahnya.

Di akhir upacara, Pemko Tanjungbalai memberikan penghargaan kepada sejumlah satuan pendidikan dan individu berprestasi. Penghargaan diberikan kepada sekolah tingkat SD dan SMP, guru berprestasi, peserta jambore guru dan tenaga kependidikan, sekolah inovatif, sekolah idaman, dan kategori lainnya.

Mahyaruddin menegaskan bahwa kemajuan pendidikan tidak bisa dicapai hanya oleh pemerintah. Ia mengajak seluruh pihak, mulai dari orang tua, masyarakat, dunia usaha, hingga media massa untuk berkolaborasi.

“Dengan semangat Hari Pendidikan Nasional, mari kita bergandengan tangan dan bergotong royong mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu, berkeadilan, dan menjangkau semua lapisan masyarakat,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *