TERITORIAL24.COM, SERDANG BEDAGAI — Kepolisian Resor Serdang Bedagai menggelar panen raya jagung kuartal II tahun 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang diinisiasi Kepolisian Republik Indonesia. Kegiatan itu dilaksanakan di Lingkungan I, Kelurahan Tualang, Kecamatan Perbaungan, Sabtu, 16 Mei 2026, dan terhubung secara nasional melalui agenda Zoom Meeting Panen Raya Jagung Serentak.
Kegiatan tersebut dirangkai dengan peletakan batu pertama pembangunan 10 gudang ketahanan pangan Polri serta peluncuran operasional 266 Sentra Pelayanan Pertanian Guna Ketahanan Pangan (SPPG) Polri di berbagai daerah.
Kapolres Serdang Bedagai AKBP Jhon Sitepu diwakili Wakapolres Kompol S.P. Anak Ampun hadir bersama jajaran pejabat utama Polres Sergai, para kapolsek, serta personel kepolisian dari berbagai satuan.
Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi terkait turut mengikuti kegiatan tersebut.
Hadir dalam kegiatan itu antara lain perwakilan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, Kodim 0204/Deliserdang, Pengadilan Negeri Sei Rampah, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Badan Pusat Statistik Kabupaten Sergai, hingga Perum Bulog.
Rangkaian acara dimulai dengan mengikuti agenda terpusat secara virtual yang berisi menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, sambutan Kepala Kepolisian Republik Indonesia, dialog interaktif bersama jajaran Polda, hingga prosesi seremonial panen raya jagung secara nasional.
Usai kegiatan virtual, jajaran Polres Sergai bersama para tamu undangan melanjutkan kegiatan dengan melakukan pemetikan jagung secara simbolis di lahan pertanian milik warga binaan kepolisian di Kecamatan Perbaungan.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Sergai AKP Bringin Jaya mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat kemitraan dengan masyarakat dan pemerintah daerah.
Menurut Bringin, keterlibatan kepolisian dalam sektor pangan tidak hanya sebatas pengamanan distribusi dan stabilitas keamanan, tetapi juga mendorong produktivitas pertanian masyarakat melalui pendampingan dan sinergi lintas sektor.












