MEDAN I TERITORIAL24.COM – Peningkatan produksi padi nasional dinilai menjadi perkembangan positif bagi sektor pertanian.
Namun, kenaikan hasil panen belum cukup untuk menjadi indikator bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan yang kuat dan berkelanjutan.
Hal itu disampaikan praktisi dan pengamat pertanian, M. Taufik Barubara, dalam pertemuan di Medan, Sumatera Utara.
Menurutnya, peningkatan produksi harus diiringi pembenahan mendasar di sektor pertanian agar kebutuhan beras nasional dapat dipenuhi secara mandiri dan berkelanjutan.
“Produksi padi yang meningkat merupakan perkembangan positif yang patut kita apresiasi. Namun, hal itu tidak serta-merta menunjukkan bahwa Indonesia sudah benar-benar swasembada. Masih banyak pembenahan di tingkat akar rumput yang harus diselesaikan,” ujar Taufik.
Ia menyoroti lima aspek penting yang perlu menjadi perhatian pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, yakni perbaikan sistem irigasi, peningkatan mekanisasi pertanian, penyediaan benih unggul, efisiensi penggunaan pupuk, serta pemulihan kualitas dan kesehatan tanah pertanian.
Menurut Taufik, ketersediaan air yang memadai menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas sawah.
Di sisi lain, modernisasi alat dan mesin pertanian diperlukan untuk mengatasi keterbatasan tenaga kerja serta meningkatkan efisiensi kegiatan produksi.
Penyediaan benih berkualitas yang mampu menghadapi serangan hama dan perubahan iklim juga perlu diperkuat.
Begitu pula dengan penerapan pemupukan berimbang sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi tanah agar produktivitas meningkat tanpa membebani biaya petani.
Selain itu, ia menilai kesehatan tanah perlu mendapat perhatian serius. Pengelolaan lahan secara berkelanjutan diperlukan untuk menjaga kesuburan tanah dan mendukung produktivitas pertanian dalam jangka panjang.
Taufik mengingatkan, tanpa pembenahan menyeluruh, peningkatan hasil panen berisiko tidak bertahan lama dan rentan terhadap perubahan iklim ekstrem maupun serangan hama.












