Nasional

PWI Sergai Mendarat di Serang, Ikut Konvensi Media Sambil Membahas AI yang Tak Bisa Gantikan Wartawan

117
×

PWI Sergai Mendarat di Serang, Ikut Konvensi Media Sambil Membahas AI yang Tak Bisa Gantikan Wartawan

Sebarkan artikel ini

TERITORIAL24.COM, SERANG —Rombongan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Serdang Bedagai (Sergai) akhirnya tiba di Serang, Banten.

Bukan buat liburan, tapi buat ikut Konvensi Nasional Media Massa yang digelar di Hotel Aston Serang, Minggu (8/2/2026).

Konvensi ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026, yang secara resmi dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid. Tema yang diusung cukup kekinian: “Pers, AI dan Transformasi Digital Membangun Ekosistem Informasi untuk Kepentingan Publik.” Intinya, pers diajak akrab dengan teknologi, tapi jangan sampai lupa jati diri.

Selain PWI Sergai, acara ini dihadiri tokoh pers nasional, pimpinan media, unsur Dewan Pers, sampai praktisi komunikasi dari berbagai daerah. Lengkap. Dari yang sudah senior sampai yang masih rajin update tren digital.

Dalam sambutannya, Meutya Hafid menegaskan bahwa transformasi digital seharusnya tetap berpihak pada kepentingan publik dan tidak menggerus nilai dasar jurnalisme. Terutama di tengah gempuran kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) yang makin hari makin pintar—tapi belum tentu bisa verifikasi narasumber.

Menurut Meutya, AI memang bisa jadi alat bantu kerja jurnalistik yang efektif.

Namun, urusan memastikan kebenaran informasi tetap tak bisa dilepas sepenuhnya ke mesin. Manusia masih dibutuhkan, minimal buat mikir dan ragu.

Ketua PWI Sergai, Sugiono, S.Sos., mengaku bangga bisa ikut serta dalam Konvensi Nasional Media Massa yang menjadi bagian dari HPN 2026.

Ia menyebut, PWI Sergai dijadwalkan akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan lainnya hingga puncak peringatan HPN.

“PWI Sergai tetap aktif mengikuti seluruh rangkaian HPN 2026 di Serang. Banyak kegiatan yang bisa menambah wawasan dan pengetahuan jurnalis,” ujar Sugiono.

Singkatnya, PWI Sergai datang, ikut diskusi, dan pulang membawa ilmu—serta pengingat bahwa di era AI sekalipun, wartawan tetap harus pakai nalar, bukan sekadar tombol generate.(Akbar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *