Religi

Raih Keberkahan Ramadhan 1447 H, Kader PKS Sergai I’tikaf di Masjid Al-Ihsan Wannajah Rambutan

291
×

Raih Keberkahan Ramadhan 1447 H, Kader PKS Sergai I’tikaf di Masjid Al-Ihsan Wannajah Rambutan

Sebarkan artikel ini

Puluhan kader dari berbagai kecamatan mengikuti i’tikaf malam Ramadhan 1447 Hijriah untuk memperkuat ruhiyah dan mempererat ukhuwah

Suasana malam Ramadhan 1447 Hijriah di Masjid Al-Ihsan Wannajah PTPN III Rambutan(foto:Din)

TERITORIAL24.COM,SERDANG BEDAGAI-Suasana malam Ramadhan 1447 Hijriah di Masjid Al-Ihsan Wannajah PTPN III Rambutan terasa lebih hidup dari biasanya.

Puluhan kader ikhwan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Serdang Bedagai berkumpul dalam satu tujuan yang sama: menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan melalui kegiatan i’tikaf.

Kegiatan yang digelar oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Serdang Bedagai ini berlangsung pada Jumat hingga Sabtu, 13–14 Maret 2026, mulai pukul 19.00 WIB hingga 06.00 WIB.

Para kader datang dari berbagai wilayah yang tergabung dalam Zona 2 dan Zona 4, di antaranya Sei Rampah, Sei Bamban, Tanjung Beringin, Teluk Mengkudu, Tebing Tinggi, Tebing Syahbandar, Bandar Khalifah, Sipispis, hingga Dolok Merawan.

Kegiatan i’tikaf ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi momentum spiritual bagi para kader untuk menenangkan hati, memperbanyak ibadah, serta memperkuat kedekatan dengan Allah SWT di penghujung bulan suci Ramadhan.

Ketua Kaderisasi PKS Serdang Bedagai, Ibnu Alfan, SH, yang memimpin langsung kegiatan dalam tausiyahnya mengingatkan pentingnya memanfaatkan malam-malam terakhir Ramadhan, yang diyakini menyimpan keutamaan besar bagi setiap muslim yang bersungguh-sungguh dalam ibadah.

“Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan. Malam-malam terakhirnya adalah kesempatan emas bagi kita untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, dan berharap mendapatkan keberkahan yang luar biasa dari Allah SWT,” ujarnya di hadapan para peserta i’tikaf.

Dalam penyampaiannya, Ibnu Alfan juga menjelaskan tentang tiga tingkatan orang yang berpuasa, yang menunjukkan kualitas spiritual seorang hamba.

Pertama adalah Puasa Orang Awam (Shaumul ‘Umum), yaitu puasa yang sebatas menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak fajar hingga matahari terbenam.

Tingkatan kedua adalah Puasa Orang Khusus (Shaumul Khusus), yaitu puasa yang tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga seluruh anggota tubuh dari perbuatan dosa seperti menjaga lisan, pandangan, dan perilaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *