Adapun tingkatan tertinggi adalah Puasa Khusus Al-Khusus (Shaumul Khawashil Khawash), yaitu puasa yang mampu menjaga hati dan pikiran dari segala sesuatu yang dapat menjauhkan diri dari Allah, sehingga seluruh jiwa dan raga benar-benar terfokus dalam ibadah.
Menurut Ibnu Alfan, i’tikaf menjadi salah satu sarana terbaik untuk melatih diri mencapai kualitas ibadah yang lebih tinggi tersebut.
Dengan berdiam diri di masjid, memperbanyak shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa, seorang muslim dapat memperkuat ruhiyah sekaligus memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta.
Selain sebagai momentum spiritual, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat ukhuwah islamiyah di antara para kader PKS di Serdang Bedagai.
Kebersamaan dalam ibadah, doa, dan muhasabah diri diharapkan mampu memperkuat semangat dakwah serta kepedulian terhadap masyarakat.
DPD PKS Serdang Bedagai berharap kegiatan i’tikaf ini dapat menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan 1447 H dengan ibadah yang lebih khusyuk, sehingga keberkahan dan kemuliaan bulan suci benar-benar dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.***












