Namun, dengan izin Allah, umat Islam meraih kemenangan karena kesungguhan dan perjuangan mereka,” ujarnya.
Setelah kemenangan dalam Perang Badar, Rasulullah SAW mengingatkan para sahabat bahwa masih ada peperangan yang lebih besar dibandingkan perang di medan tempur.
Ketika para sahabat bertanya, “Adakah perang yang lebih besar dari Perang Badar?”, Rasulullah menjawab: “Ya, perang melawan hawa nafsu.”
Puasa: Jihad Sejati Melawan Hawa Nafsu
Mengutip perkataan Rasulullah SAW, Ustadz Muslim Istiqomah menegaskan bahwa puasa adalah bentuk jihad terbesar bagi setiap Muslim.
“Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari segala sesuatu yang dilarang oleh Allah.”
“Selama Ramadhan, kita harus memperbanyak ibadah seperti salat berjamaah, salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, tahajud, sedekah, dan berbagai amal saleh lainnya.
Semua itu adalah perjuangan dan peperangan melawan hawa nafsu,” jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa perjuangan dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan sangatlah berat, tetapi hanya orang-orang beriman yang mampu menjalaninya dengan ikhlas dan penuh kesabaran.
Sebagai pengingat, Ustadz Muslim Istiqomah mengutip hadis Rasulullah SAW yang berbunyi:
“Barang siapa yang berpuasa karena iman dan ikhlas, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa yang telah lalu, seperti seorang bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Meraih Kemenangan di Bulan Ramadhan
Di akhir tausiyahnya, Ustadz Muslim Istiqomah mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Ramadhan sebagai momen meraih kemenangan sejati.
Ia menegaskan bahwa kemenangan dalam Ramadan bukanlah kemenangan duniawi, melainkan kemenangan spiritual yang ditandai dengan ampunan, keberkahan, dan rahmat dari Allah SWT.
“Semoga kita semua dapat meraih kemenangan di bulan Ramadhan ini dengan mendapatkan rahmat, berkah, dan maghfirah dari Allah SWT.”
“Jadikan Ramadhan sebagai ajang perjuangan untuk menjadi Muslim yang lebih baik dan lebih dekat dengan Allah,” pungkasnya.
Dengan tausiyah ini, Ustadz Muslim Istiqomah berharap agar umat Islam tidak hanya menjalankan puasa sebagai rutinitas tahunan, tetapi benar-benar menjadikan Ramadhan sebagai bulan jihad melawan hawa nafsu untuk memperoleh derajat ketakwaan yang lebih tinggi.***












