4. Sinergi dalam Menjalankan Risalah
Kehadiran Malaikat Jibril dan Buraq dalam perjalanan Nabi menjadi simbol bahwa ketaatan membutuhkan ekosistem yang mendukung.
Ustadz Suherman mengajak masyarakat Desa Buluh Duri untuk membangun sinergi selama Ramadan 1447 H.
Kesuksesan ibadah tidak hanya bersifat individual, namun juga kolektif dalam bingkai ukhuwah Islamiyah di lingkungan masjid.
5. Salat: Intisari Perjalanan Menuju Allah
Sebagai puncak dari Isra’ Mi’raj, perintah salat lima waktu menjadi pesan penutup yang tajam.
Beliau mengingatkan bahwa salat adalah “Mi’raj”-nya orang beriman. Menuju Ramadan 1447 H, perbaikan kualitas salat menjadi indikator utama keberhasilan puasa seseorang.Puasa yang mabrur, menurutnya, terpancar dari sujud yang khusyuk.
Khutbah diakhiri dengan pesan optimisme agar masyarakat Kecamatan Sipispis dapat mengambil ibrah dari keteguhan hati Rasulullah.
Harapannya, peringatan Isra’ Mi’raj tahun ini menjadi jembatan transformasi bagi warga Serdang Bedagai untuk memasuki pintu Ramadan 1447 H dengan kesiapan lahir dan batin yang paripurna.***












